SI LOLA DARAH MUDA ATASI KEBUTUHAN DARAH

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Senin (24/06) Judul ini merupakan satu terobosan yang di buat oleh salah satu peserta diklat kepemimpinan tingkat tiga Tahun 2019 Heni CH.Nahak S.KM. selaku kepala Bidang Penunjang pada Rumah Sakit Umum Daerah Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua dalam rangka optimalisasi sistem pengelolaan darah melalui unit transfusi darah dalam memenuhi kebutuhan darah (SI LOLA DARAH MUDA) di Rumah Sakit Umum Daerah Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua Kabupaten Belu.

Kepala bidang penunjang Heny Ch Nahak, S.KM menjelaskan latar belakang membuat inovasi ini karena selama ini pelayanan darah kepada pasien masih menjadi persoalan yang sudah lama tidak ada penyelesaiannya, terkait siapa yang menyiapkan darah dan sistim perekrutan pendonor darah yang baik dan tepat.

‘’Ketika darah itu dibutuhkan keluarga kesulitan mendapatkannya, siapa yang harus mencari itu yang menjadi masalah dan kami melihat itu sebagai persoalan yang tidak boleh terus menerus terjadi harus di cari solusi sebagai suatu keputusan yang tepat,’’ kata Heny.

Gambar mungkin berisi: 10 orang, orang duduk

Lanjut kabid cara kerja SI LOLA DARA MUDA melalui alur yang di buat yakni melalui pendonor internal dan pendonor eksternal, pendonor internal adalah pendonor yang berada di rumah sakit sedangkan pendonor eksternal datanya dari OPD atau dari unit kerja.

‘’Nanti pendonor-pendonor ini akan berhubungan dengan jejaring-jejaring yang sudah di bentuk melalui SK bupati,dari jejaring ini akan menghubungi pusat data Unit Transfusi darah Rumah Sakit (UTDRS),’’ kata Kabid.

Gambar mungkin berisi: 1 orang

‘’Saya harapkan rumah sakit memiliki UTD. Dengan adanya UTD peran rumah sakit menjadi lebih luas dari yang sebelumnya hanya memiliki bank darah dimana hanya menerima darah, sekarang rumah sakit sudah bisa mencari darah, merekrut pendonor kemudian mengambil darah dan melakukan pengelolaan darah,’’ ungkapnya.

Gambar mungkin berisi: 6 orang, orang duduk dan dalam ruangan

‘’Apabila darah tersebut tidak layak maka akan di proses lebih lanjut dan masyarakat yang mendonor akan mendapatkan dampak yang baik terhadap kesehatannya. terkait proses pelayanan tarnsfusi darah itu tidak bermakna kalau tidak ada rekrutmen pendonor yang tepat, juga yang harus dioptimalkan adalah sistim rekrutmen pendonor darahnya,’’ Ujarnya.
Berita/Foto: Ria Mauk & Jun Naibuti

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.