SELURUH DESA DI KABUPATEN BELU WAJIB MEMILIKI WEBSITE

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Kamis (28/03), Wakil Bupati Belu Drs. J. T. Ose Luan menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan pada acara Sosialisasi Pengembangan Infrastruktur dan Teknologi Melalui Pemanfaatan Jaringan Internet dan Website Desa kepada para Kepala Desa se-Kabupaten Belu yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Belu di Lantai 1 Kantor Bupati Belu, Atambua.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

“Sosialisasi ini merupakan upaya mendorong agar pemerintah tingkat desa mempunyai website desa, sebagai sarana informasi jalannya pemerintahan desa maupun kegiatan kemasyarakatan melalui website, sehingga informasi menyangkut tata kelola desa dapat diketahui oleh seluruh masyarakat. Sosialisasi ini sangat positif dan memberikan pengetahuan tentang pentingnya manfaat internet bagi para kepala desa, sehingga seluruh desa wajib mempunyai website desa. Dengan demikian para kepala desa dapat melaksanakan tugasnya secara transparan,”tegas Wabup.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan orang duduk Gambar mungkin berisi: 12 orang, orang tersenyum, orang duduk

“Kemajuan teknologi internet saat ini mempunyai peranan yang sangat besar dalam memperluas cakrawala pengetahuan masyarakat di semua jenjang dan lembaga, karena itu sangat di butuhkan adanya strategi ketersediaan layanan informasi publik yang berkualitas,” lanjut Wabup dihadapan sekitar 50 kepala desa se Kab. Belu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu Johanes Andes Prihatin, SE.,M.Si usai sosialisasi mengatakan bahwa sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan RDTL (Timor Leste, red), target Pemerintah Kab. Belu sampai dengan tahun 2021 sekurang-kurangnya 35 desa atau 50% dari keseluruhan jumlah desa di Kab. Belu sebanyak 69 desa, sudah memiliki website desa. Upaya pemerintah daerah adalah memberikan dukungan teknis berupa pelatihan tenaga pengelola, penyiapan laman website dan penyediaan domain. Sementara untuk ketersediaan jaringan, pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, sehingga secara bertahap semua desa akan mendapatkan akses internet yang memadai.

“Kami sangat berharap dukungan seluruh kepala desa untuk bersama-sama mewujudkan rencana ini. Semangat dan komitmen transparansi harus diwujutkan melalui keberadaan website desa. Tugas para kepala desa dalam hal ini adalah menyediakan tenaga pengelola yang dibiayai dari dana desa. Hanya itu. Sementara urusan teknis lainnya menjadi tanggungjawab Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Kominfo. Dengan demikian, target keberadaan website desa sesuai RPJMD 2016-2021 dapat dicapai,”ungkap Kadis.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Duarato, Kecamatan Lamaknen, salah satu desa yang berbatasan darat langsung dengan Distric Bobonaro Republic Demokratic Timor Leste, Gregorius Mau Bere, mengungkapkan peran penting website desa dalam membantunya untuk mengakses semua Informasi yang berkaitan dengan tugas-tugas pemerintahan desa, maupun sosial kemasyarakatan. Melalui website juga, Desa Duarato dapat di kenal di tingkat nasional dan mancanegara.
‘’Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah karena website desa Desa Duarato sangat membantu pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, maupun promosi potensi-potensi desa,” ungkapnya.

Desa Duarato bersama 6 desa lainnya merupakan desa Broadband yang mendapatkan bantuan jaringan internet dari Kementerian Kominfo RI pada tahun 2015 dan 2017. 6 desa lainnya yaitu desa Desa Fulur, Desa Maneikun, Desa Lutarato, Desa Loonuna, Desa Tohe dan Desa Silawan. Semua desa tersebut berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste.

Foto/Berita: Anna Pertiwy & Jun Naibuti

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.