SEBANYAK 500 ANAK MENGIKUTI GEBYAR CERDAS

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – (16/10), Sebanyak 500 anak yang tersebar disekolah PAUD, SD, SMP se-Kabupaten Belu mengikuti kegiatan Gebyar Cerdas Tingkat Lembaga Pengembangan dan Perlindungan Anak ( LPPA), bertempat diaula Emaus – Kecamatan Tasifeto Barat.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk, keramaian dan dalam ruangan

LPPA melaksanakan Project Pendidikan Kecakapan Hidup dan Literasi Keuangan (PKHLK), berbasis komunitas melalui Lopo Cerdas Project ini mendukung tumbuh kembang anak salah satunya adalah dibidang pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Marsianus Loe Mau, SH membuka secara resmi kegiatan Gebyar Cerdas LPPA tingkat Kabupaten Belu. Kepala Dinas mengatakan kegiatan ini diinisiasi oleh LPPA yang mempunyai perhatian khusus terhadap generasi muda terlebih anak-anak usia dini mulai dari PAUD, SD dan SMP terkait hak-hak dasar kepada anak seperti hak akan pendidikan, hak akan perlindungan, hak akan pangan/sandang, yang harus dipenuhi karena anak-anak ini merupakan kader sebuah wilayah, daerah dan negara.
Dan inilah salah satu upaya yang dilakukan NGO/LSM kemudian bersama-sama pemerintah, masyarakat, peserta didik, para pendidik dan semua stakeholder pendidikan untuk memikirkan tentang anak-anak, sehingga suatu saat mereka akan menjadi pemimpin. Mumpung kita masih mempunyai waktu serta dipercayakan untuk melakukan sesuatu yang baik kepada anak-anak dan kita harus melihat realita yang ada pada diri anak-anak secara seimbang. Bagaimana anak-anak harus disiapkan untuk belajar dan melatih mereka untuk bekerja.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, dalam ruangan

Lebih lanjut Kapala Dinas P & K, dalam kurikulum ke- 13 (tiga belas) menggarisbawahi kepada semua unsur pendidikan bahwa setiap peserta didik atau guru harus memiliki standar pengetahuan memadai dan keterampilan mengajar sehingga dua hal ini harus seimbang. Untuk menyeimbangkan dua hal ini maka perlu interaksi dasar yakni baca, tulis dan menghitung. Sesuai dengan perkembangan era digital karena semua pekerjaan nanti akan di lakukan dengan digitalisasi.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk, tabel dan dalam ruangan

Penanggung jawab LPPA – Maria Tresia Asa, mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang setiap tahun dilakukan. Anak-anak yang mengikuti kegiatan ini adalah anak-anak usia dini dari 6 sampai 14 tahun. Konsep kegiatan tahun ini adalah diskusi di mana anak-anak yang akan menyampaikan isu. Yang di alami dilingkungan sekolah maupun ditengah masyarakat kemudian dikembangkan dalam diskusi bersama stakeholder, tokoh masyarakat, tokoh agama dan para guru. Di harapkan kepada orang tua bahwa Lopo Cerdas sangat penting dimana anak-anak bisa belajar tentang kecakapan hidup, bagaimana anak-anak bisa mengembangkan potensi didalam diri, sehingga bisa dapat memecahkan masalah sendiri, dan bisa belajar juga tentang keuangan untuk bisa menabung dan berbelanja sesuai kebutuhan. Selain itu untuk anak-anak yang belum bisa membaca kita siapkan satu kelas khusus yang namanya Calistung Gembira dimana di latih untuk membaca, menulis dan menghitung dengan gembira.

Seusai kegiatan pembukaan LPPA, langsung diadakan diskusi bersama anak-anak dan sosialasisai bahaya narkoba dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten Belu, serta penyerahan bingkisan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu kepada pimpinan project LPPA.

Berita/Foto: Auxiladora & Rio Belebau

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.