REKOLEKSI SEBAGAI BENTUK PEMBINAAN ROHANI JELANG PASKAH

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Senin (01/04), Dalam rangka persiapan menjelang perayaan Pesta Paskah, Bupati Belu Willybrodus Lay, SH bersama para ASN yang beragama Katholik lingkup Pemerintah Kabupaten Belu mengikuti Rekoleksi bertempat di Aula St. Dominikus Emaus Nenuk.

Rekoleksi Kategorial Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2019 yang bertemakan Restorasi Iman Konservasi Kehidupan ini, dipipimpin langsung oleh Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan dalam ruangan

Uskup Atambua mengatakan, ‘’Rekoleksi hari ini dalam rangka pembinaan rohani orang katholik untuk mempersiapkan paskah yaitu perayaan kebangkitan kristus dengan memulai dari persiapannya selama 40 hari yang dinamakan masa prapaskah atau masa puasa, yang dalam gereja dinamakan masa APP”.

Rekoleksi ini bertujuan sebagai pembekalan rohani dan sebagai bagian dari upaya untuk menghubungkan pekerjaan pelayanan pemerintah dalam pelayanan publik kaitannya dengan pengembangan iman dan pengembangan kehidupan masyarakat secara lebih luas, singkatnya untuk mengajak pelayan-pelayan masyarakat agar bekerja dengan lebih cerdas, terintegrasi dan terencana sehingga terjadi pemberdayaan hidup dalam masyarakat.

Selanjutnya pemberdayaan hidup antara lain diharapkan terjadi inovasi-inovasi kerja dan diharapkan terjadi kreativitas dan peningkatan produktivitas di dalam kehidupan masyarakat, meski selama ini kita sering mengalami kendala karena produktivitas yang rendah sehingga kita belum mencapai kesejahteraan, namun kita coba berusaha untuk melihat bahwa Iman seharusnya merupakan tantangan bagi kita untuk berjuang memajukan kesejahteraan masyarakat.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Uskup menegaskan bahwa Rekoleksi ini merupakan upaya dari gereja untuk memberdayakan umatnya yang kebetulan bekerja di instansi pemerintah agar mereka berjuang menjadi orang-orang katholik yang baik yang di dalam iman katholik mereka dipanggil dan diutus untuk memberdayakan pemerintahan yang baik, bersih serta berwibawa, karena diharapkan agar mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga dapat memberikan pelayanan yang semakin baik, optimal, efesien, serta efektif bagi pengembangan masyarakat.

Uskup juga menghimbau kepada masyarakat di Kabupaten Belu khususnya yang beragama katholik agar memberdayakan iman untuk menjadi orang-orang katholik yang cerdas, unggul, dan sejahtera sesuai dengan visi dan misi Pastoral Keuskupan Atambua. Karena itu diharapkan agar umat katholik di Kabupaten Belu dapat mengisi masa tobat ini dengan mengikuti kegiatan-kegiatan rohani dengan lebih baik dan teratur, mengikuti pembinaan, serta harus berderma dalam setiap pertemuan.

Gambar mungkin berisi: 9 orang, orang duduk Gambar mungkin berisi: 7 orang, orang duduk

Selain itu, pada tempat yang sama Bupati Belu Willybrodus Lay, SH dalam sambutannya menyampaikan sesuai bahan APP Tahun 2019 dangan tema Literasi, Teknologi, dan Keutuhan Ciptaan, mengatakan pada dasarnya manusia cenderung exploitasi sistem, karena adanya rasa ketidakpuasan dalam diri manusia. Namun, sumber daya alam sebaiknya diexploitasi untuk pemanfaatan teknologi masyarakat secara terkendali dan memperhatikan lingkungan. Indonesia merupakan negara penghasil sampah pelastik terbanyak setelah cina. Oleh sebab itu, agar lingkungan hidup tidak tercemar diharapkan masyarakat indonesia khususnya kabupaten belu, agar dapat mengendalikan sampah pelastik secara baik dengan mendaur ulang dan mempunyai kesadaran untuk tidak membuang sampah plastik di sembarang tempat.

Foto/Berita: Ischa Tae & Jho Dasilva

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.