RAPAT DENGAR PENDAPAT “KASUS PENCURIAN SAPI” BERSAMA KOMISI I DPRD BELU

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Kamis (06/02), Komisi 1 DPRD Kabupaten Belu bersama Kapolres Belu yang diwakili Kapolsek Tasbar dan Bhabinkamtibmas Desa Lawalutolus Kecamatan Tasifeto Barat, Kepala Desa Lawalutolus, Wadansatgas Pamtas RI-RDTL sektor Timur Yonif 142/KJ, Bhabinsa Desa Lawalutolus, para korban pemilik sapi yang hilang, beserta para saksi, melakukan Rapat Dengar Pendapat, bertempat di Ruang Kerja Komisi 1 DPRD Kabupaten Belu, Rabu (05/02).

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk, tabel dan dalam ruangan

Rapat dengar pendapat ini dilakukan guna menindaklanjuti pengaduan masyarakat Desa Lawalutolus Kecamatan Tasifeto Barat atas nama Theodorus Manehat bersama 4 orang warga lainnya pada tanggal 3 Februari 2020 ke Komisi 1 DPRD Belu terkait kasus pencurian sapi yang terjadi pada tanggal 16 Januari 2020 di Desa Lawalutolus Kecamatan Tasifeto Barat.

Rapat ini dipimpin langsung Ketua Komisi I DRPD Kabupaten Belu – Benny Manek didampingi Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Belu – Theodorus Manek Tefa beserta anggota Komisi I DPRD Kabupaten Belu dengan tujuan untuk mengklarifikasi kepada korban serta masyarakat tentang sejauh mana proses penyelidikan yang dilakukan pihak Kepolisian yakni Polsek Tasbar yang menangani Kasus pencurian sapi dimaksud.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, kacamata gelap

Kapolsek Tasbar – Iptu Hadi Syamsul Bahri, SH saat ditemui mengatakan terkait kasus pencurian sapi ini akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“ Jadi Kasus pencurian sapi ini pelakunya dikenakan pasal 363 KUHP dan untuk pelaku penadahnya dikenakan pasal 480 KUHP, terkait rapat dengar pendapat bersama Komisi I DPRD Belu berdasarkan pengaduan dari masyarakat sudah kami proses sesuai dengan jalur hukum, SPDP-nya juga sudah kami kirim dan akan kami lengkapi administrasi pemberkasannya, dan secepatnya akan kami kirim berkasnya ke Kejaksaan Negeri Belu,” kata Kapolsek Tasbar.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Pada tempat yang sama, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Belu – Benny Manek menyampaikan bahwa dengan adanya rapat dengar pendapat ini terlihat jelas bahwa disini terdapat kesalahpahaman antara Korban dan Masyarakat dengan pihak Kepolisian.

“ Dalam rapat dengar pendapat ini telah diklarifikasi dan telah menjadi jelas pokok permasalahannya, karena jika kita bicara soal hukum tidak bisa semau atau sesuka kita, namun semuanya sudah ada hukum yang mengatur,” tuturnya saat di temui Tim Kominfo diakhir rapat.

Salah seorang korban kasus pencurian sapi yang hilang – Ande mengatakan bahwa setelah mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi I DPRD Kabupaten Belu dan pihak Kepolisian serta Kepala Desa Lawalutolus ini dirinya beserta 4 warga Desa Lawalutolus lainnya yang juga menjadi korban kasus pencurian sapi bisa merasa legah karena pada akhirnya kesalahpahaman selama ini mendapat jawabannya.

Gambar mungkin berisi: 10 orang, orang duduk

“ Setelah mengikuti rapat dengar pendapat ini, kami menjadi tahu bahwa ternyata selama ini kami telah salah menilai kinerja dari pihak Kepolisian, oleh karena itu kami akan ikuti aturan yang ada serta kami akan mentaati aturan hukum yang berlaku di negara ini,” ujarnya.

Rapat dengar pendapat yang berlangsung kurang lebih 2 jam bersama Komisi I DPRD Kabupaten Belu, Kapolsek Tasbar, Bahbinkamtibmas Desa Lawalutolus Kecamatan Tasifeto Barat, Kepala Desa Lawalutolus, Wadansatgas Pamtas RI-RDTL sektor Timur Yonif 142/KJ, Bhabinsa Desa Lawalutolus, para korban sapi yang hilang, beserta para saksi menghasilkan sebuah jawaban dari kesalahpahaman selama ini terhadap kasus pencurian sapi telah mendapatkan titik temu. Untuk selanjutnya kasus ini sepenuhnya akan di tangani oleh pihak yang berwajib yakni Kepolisian dari Polsek Tasbar.

Berita/Foto: Novita Bogar, Hengky Mao, & Merselina Hoar

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.