RAKORDA BIDANG KESEHATAN DINKES BELU “ PERANGI STUNTING, ELIMINASI MALARIA”

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO.KAB.BELU – Kamis (12/12), Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH membuka Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) Bidang Kesehatan Tingkat Kabupaten Belu di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu. Rakor ini akan berlangsung selama 2 hari dari tanggal 12-13 Desember Tahun 2019.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Kegiatan yang bertemakan ‘’Perangi Stunting, Eliminasi Malaria menuju Belu Sehat Indonesia Unggul’’ ini bertujuan untuk menyepakati Rencana Tindak Lanjut (RTL) penanggulanagn stunting, pengendalian dan pencegahan penyakit malaria di Kabupaten Belu serta mendapatkan dukungan lintas sektor dan lintas program dalam mengatasi masalah kesehatan di Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang duduk

Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH mengatakan Stunting yang dialami oleh Kabupaten Belu ini masih tinggi oleh karena itu tujuan dalam rakor ini untuk membuat semua stakeholder bersama-sama dengan seluruh masyarakat Kabupaten Belu untuk terus menggiatkan upaya pencegahan dan menurunkan angka penderita stunting dan malaria. Untuk itu pada tahun 2023 harus bersama-sama agar penyakit malaria tereleminasi dari Kabupaten Belu ’’ kata Bupati Belu usai rakor.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, luar ruangan dan dekat

Lanjut Bupati Belu angka stunting yang terdapat di Kabupaten Belu yakni 26,95 % dan kasus malaria hingga november tahun 2019 terdapat 42 kasus. Untuk mencegah stunting harus memiliki asupan gizi yang baik serta lingkungan yang bersih dan yang paling penting supaya tidak terkena stunting harus memiliki pengetahuan dari pasangan, baik orang tua sehingga bisa memiliki pengetahuan yang baik dalam masalah gizi.

Bupati Belu juga berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belu untuk menanam tanaman Kelor karena Kelor merupakan Asupan Gizi yang berkualitas untuk dikonsumsi bagi anak-anak sehingga dapat mencegah Stunting.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, telepon

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu – Theresia M. B. Saik, SKM, M.Kes mengungkapkan Rakor ini merupakan Rakor yang kedua, dimana pada saat ini dengan kondisi musim hujan yang tidak pasti, kita mau supaya lintas sektor para Camat dan Kepala Desa untuk memahami bahwa persoalan lingkungan terkait dengan Malaria dan DBD ini bukan tugas Dinas Kesehatan semata tetapi di butuhkan kerjasama dari lintas sektor, para camat, lurah dan kepala desa terkait lingkungan yang nyaman dan bersih untuk ditempati sehingga tidak ada nyamuk yang berkembang biak’’ ungkap Kadis Kesehatan Kab.Belu .

Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan dalam ruangan

‘’saat ini hujan dan panas tidak jelas tetapi kami dari Dinkes Kabupaten Belu selalu siap karena kasus DBD dan Malaria telah terdapat 42 kasus dan itu sangat menurun, oleh karena itu setiap kasus yang ada di masyarakat selalu langsung di tangani. Dan harapan kepada semua lintas sektor lain termasuk para camat, lurah dan kepala desa untuk selalu mendukung kami terkait lingkungan sehingga nyamuk tidak berkembang biak di lingkungan masyarakat karena nyamuk merupakan pembawa virus.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiri, bunga dan luar ruangan

Pemateri dalam Rakor ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belu – Dra. Yohaneta Mesak, MM dengan materi Upaya Pemerintah Kab. Belu dalam Upaya Pencapaian Eliminasi Malaria melalui Pengolahan Lingkungan yang Sehat. Peserta dalam Rakor Daerah Bidang Kesehatan Kabupaten Belu yakni Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Belu, Lintas Sektor, Pimpinan Klinik, Pimpinan Rumah Sakit baik Rumah Sakit Pemerintah maupun Rumah Sakit Swasta, Kepala Puskesmas dan tenaga promosi Kesehatan Puskesmas.

Berita / Foto: Mercy Aton & Jun Nai’buti

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.