PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Rabu (27/02), Radio Republik Indonesia (RRI) Atambua melakukkan dialog bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Belu melalui Program Aspirasi Timor Alor (TORA) Berlangsung Di Studio Pro Satu RRI Atambua.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk, tabel dan dalam ruangan

Dialog bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Belu ini membahas tentang Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) sesuai dengan Permenkes No. 39 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Indonesia sehat melalui pendekatan keluarga, yang bertujuan untuk meningkatkan akses keluarga, mendukung pencapaian indikator peningkatan akses dan skrining kesehatan (SPM), mendukung pelaksanaan JKN dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan nara sumber Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Sipri Mali, Kepala UPTD Puskesmas Halilulik Dr. Yenni Tasa.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Sipri Mali mengatakan, dialog hari ini berkaitan dengan Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga yang di canangkan oleh Pemerintah, bahwa semua masyarakat khususnya di Kabupaten Belu untuk melakukan program pendekatan keluarga melalui petugas kesehatan yang langsung mendatangi keluarga-keluarga yang ada di Kabupaten Belu.

Lebih lanjut Kepala UPTD Puskesmas Halilulik Dr. Yenni Tasa mengungkapkan Program Indonesia Sehat ini melalui pendekatan keluarga, kami harapkan dapat melakukkan pelayanan kesehatan langsung kepada keluarga-keluarga sehingga kesehatan dapat di mulai dari keluarga itu sendiri dan pada akhirnya untuk desa dan kecamatan menjadi kecamatan sehat.

‘’Kendala kami yang pertama dari segi tenaga, dengan keterbatasan tenaga kami harus melayani wilayah yang cukup luas, di wilayah saya ada tujuh desa dengan jumlah penduduk 2.300 jiwa yang harus di cover, kami mendata secara bergantian sesuai jadwal sehingga semua bisa di cover, pendataan di lakukkan pada saat tidak melakukkan pelayanan di puskesmas sehingga semua dapat terlayani,’’ ungkap Dr. yenni

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum, orang duduk

Ada 3 Program dalam 12 Indikator Keluarga Sehat yang pertama Program Gizi, Kesehatan ibu dan anak dengan indikator keluarga mengikuti KB, Ibu bersalin di fasilitas kesehatan, Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap, Bayi di beri asi eksklusif selama enam bulan, Pertumbuhan di pantau tiap bulan. Yang Kedua Program Pengendalian penyakit menular dan tidak menular dengan indikator penyakit TB (Tuber Coloses) paru berobat sesuai standart, penderita hipertensi berobat teratur, gangguan jiwa berat diobati dan tidak diterlantarkan. Yang Ketiga Program perilaku dan kesehatan lingkungan dengan indikator tidak ada anggota keluarga yang merokok, Keluarga memiliki memakai air bersih, Keluarga memiliki memakai jamban sehat, sekeluarga menjadi anggota JKN atau askes.

Foto/Berita: Asih Mukti & Bene Luan

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.