PROFESIONALISME KUNCI KEMAJUAN PARIWISATA DI TAPAL BATAS

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (10/04), Kabupaten Belu, letaknya yang strategis membentang disepanjang garis perbatasan RI – RDTL, memiliki berbagai macam potensi Pariwisata yang tersebar di 69 Desa dan 12 Kecamatan. Kabupaten Belu merupakan Pintu Gerbang  bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk bisa sampai ke Negara tetangga Timor Leste, sehingga Pemerintah mengandeng Badan Pengurus Daerah (BPD) Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Provinsi NTT dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pramuwisata Indonesia(HPI) Provinsi NTT melakukan Pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) PHRI Kabupaten Belu dan sekaligus Dewan Pimpinan Cabang HPI Kabupaten Belu periode 2019-2024 serta Penandatanganan berita acara pembentukan Asosiasi Travel Agent (ASITA) Kabupaten Belu, di Gedung Wanita Betelalenok Atambua.

Gambar mungkin berisi: 18 orang, orang tersenyum, orang berdiri

Sekertaris BPD PHRI Propinsi NTT, Robby Rawis mengatakan bahwa di dunia pariwisata dikenal tiga organisasi penting yang senantiasa menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Ketiga organisasi ini akan bergerak untuk mengembangkan sektor pariwisata, antara lain Organisasi ASITA, PHRI dan HPI. Karena itu, untuk menjawab arus mobilisasi yang tinggi di Indonesia termasuk di Kabupaten Belu, BPD PHRI dan DPD HPI melantik BPC PHRI dan DPC HPI serta membentuk Asosialsi Travel Agent (ASITA) di wilayah Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri

“ Untuk mengkoordinir dan membuat jadwal pariwisata itu adalah organisasi ASITA, untuk mengantar dan menjadi penerjemah adalah HPI dan yang mengurus akomodasi adalah PRHI. Ketiga organisasi tersebut sama – sama berjalan searah dalam dunia pariwisata. Menurutnya, arus mobilisasi yang tinggi, menjadikan hotel sebagai rumah kedua bagi manusia. Karena itu, dibentuk organisasi tersebut untuk menyukseskan misi pariwisata di seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Belu,”kata Sekertaris BPD PHRI Propinsi NTT, Robby Rawis ketika menyampaikan sambutannya di Gedung Wanita betelalenok Atambua (10/04).

Sedangkan kaitan dengan pelayanan hotel dan restaurant, menurut Robby, pihak PHRI Provinsi sementara giat melakukan proses sertifikasi Hotel dan Restaurant, artinya untuk menstandarkan pelayanan hotel di Kabupaten Belu dengan kabupaten lainnya.

“Artinya sertifkasi itu adalah untuk menstandarkan pelayanan hotel dan restaurant sehingga kita yang pergi menginap di hotel yang berada di Bali sama dengan hotel di Jakarta, masuk hotel di Surabaya sama dengan di Kupang, dan masuk hotel di Kupang sama dengan masuk hotel di Kabupaten Belu,”paparnya.

Oleh karena itu, Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2009 khusus Bab 12 dan Peraturan Menteri Pariwisata No. 52 dan 53 tetang sertifikasi, diharapkan kepada pengurus hotel dan restaurant yang baru dilantik, perlu melakukan tahap pembenahan diri akan kemajuan hotel – hotel yang ada di perbatasan RI – RDTL.

Marselinus Klau, S.Pd, Wakil Ketua DPD HPI Provinsi NTT, dalam sambutanya mengungkapkan, HPI sebagai ujung tombak pariwisata, harus menguasai tiga hal penting, yakni Sikap (Attitude), keahlian (Skill) dan Pengetahuan (Knowledge).

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan berdiri

“Karena seorang pramuwisata adalah Duta dari daerah, maka perlu menunjukan sikap yang baik, menguasai bahasa Inggris, ahli mengatur wisatawan dan pengetahuan yang luas tetang budaya, sejarah, sosial, ekonomi dan politik. Jadi seorang pramuwisata harus banyak membaca untuk memperkaya ilmunya,”tegas Wakil Ketua DPD HPI Provinsi NTT.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang berdiri Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiri dan dalam ruangan

Marsel mengharapkan pengurus HPI yang baru dilantik, mampu menjadi pramuwisata yang baik dan bertanggungjawab sehingga lebih banyak wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Belu.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH meminta agar pengurus PHRI dan HPI yang baru dilantik ini professional dan siap dalam melayani para wisatawan yang datang ke Kabupaten Belu. Karena HPI adalah bagian terpenting dalam memajukan wisata di kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri, janggut dan luar ruangan

“Menjadi Pramuwisata adalah bagian penting untuk memajukan wisata di kabupaten Belu, maka harus menguasai budaya, sejarah dan berbagai pengetahuan. Dan berpikir bagaimana membuat paket wisata yang harus di jual ke wisatawan,” tandas Bupati Belu.

Gambar mungkin berisi: 10 orang, orang tersenyum, orang duduk, tabel dan dalam ruangan

Hadir pada acara pelantikan tersebut selain Bupati Belu, Kadis Pariwisata Kabupaten Belu, Remigius Asa, SH, Perwakilan Kodim 1605-Belu, Perwira Teritorial Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 408/Shb, Kapten Inf. Antonius Joko Santoso, Sekertaris BPD PHRI Provinsi NTT, Robby Rawis, Wakil Ketua BPD PHRI Provinsi NTT, Leonardus Arkian, Wakil Ketua DPD HPI Provinsi NTT, Marselinus Klau, S.Pd, Owner Hotel dan Restaurant Se- Kabupaten Belu, Perwakilan OPD Lingkup Pemkab Belu, pengurus PHRI dan HPI Kabupaten Belu yang baru di lantik.

Foto/Berita: Norci Man & Bene Luan

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.