PERPUSTAKAAN WAHANA MENIMBA ILMU SEPANJANG MASA

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Selasa (20/08), Wakil Bupati Belu, Drs. J. T. Ose Luan mengatakan Perpustakaan merupakan salah satu tempat yang sangat penting dan bermanfaat bagi pembelajaran masyarakat sepanjang masa karena perpustakaan tersedia fasilitas menarik untuk memperoleh atau menimba ilmu pengetahuan yang luas dan berkualitas.

Selain itu, Perpustakaan juga sebagai salah satu wahana untuk memberikan pemahaman kepada setiap orang tentang sesuatu yang tidak tahu menjadi tahu.

Gambar mungkin berisi: 3 orang

“ Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perpustakaan sebagai salah satu tempat untuk menimba ilmu, bersahabat dengan ilmu dan sebagai guru untuk memperoleh pengetahuan,” ujar Wakil Bupati Belu, Drs. J. T. Ose Luan ketika memberikan sambutannya dalam kegiatan Stakeholder Meeting Kabupaten Belu program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial pada Selasa, (20/08/2019).

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri dan dalam ruangan

Guna membangun kesadaran tentang pentingnya pengembangan perpustakaan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Pemerintah Pusat dalam hal ini Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menggelar Stakeholder Meeting program “Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial” tingkat Kabupaten Belu yang melibatkan seluruh Stake Holder yang meliputi Pimpinan Wilayah, DPRD, Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belu, 6 Desa Penerima Manfaat, Pengelola Perpustakaan, Masyarakat penerima Manfaat, BP4D Kabupaten Belu, Dinas Kominfo Kabupaten Belu, Telkom Cabang Atambua, Pimpinan BUMN – BUMD, Kepala Sekolah dan Kelompok Taman Baca.

Gambar mungkin berisi: 11 orang, orang duduk, tabel dan dalam ruangan

Dikatakan Wabup Ose Luan, di zaman modern seperti sekarang ini masyarakat sudah tidak lagi mengenal Perpustakaan sebagai tempat untuk menimba ilmu, namun lebih banyak menggunakan fasilitas digital seperti HP Android yang didalamnya menampung berbagai merek menarik sehingga membuat masyarakat lupa dengan manfaat Perpustakaan.

“Perpustakaan itu harus menjadi sesuatu yang sangat menarik, perpustakaan itu tentang buku, buku tentang ilmu, ilmu yang membuat orang menjadi pintar dan cerdas, namun Generasi sekarang adalah generasi Facebook, Whatssapp, Generasi Inbox walaupun terdapat hal – hal yang menyajikan ilmu tetapi disitu banyak menyajikan persoalan dan masalah,” tegasnya.

Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang duduk, orang makan, tabel dan dalam ruangan

Diharapkan, stakeholder – stakeholder yang hadir ini bisa bersama Konsultan Pendamping Pemberdayaan Perpusnas untuk mencari solusi dan langkah – langkah untuk meningkatkan kesadaran, membangun kemampuan supaya mencintai buku dan mengambil manfaat dari Perpustakaan.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan dalam ruangan

Sementara itu, Konsultan Pendamping Pemberdayaan Perpustakaan Nasional RI – Zahid menjelaskan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 peran perpustakaan sangat penting di dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam peraturan perundang-undangan secara tegas dijelaskan bahwa masyarakat memiliki hak dalam memperoleh layanan dan mendayagunakan fasilitas perpustakaan. Hal ini juga berlaku untuk masyarakat disabilitas, dengan keterbatasan fisik maupun sosial serta masyarakat yang terisolasi dan terpencil. Pemerintah berkewajiban untuk menggalakkan promosi gemar membaca dengan memanfaatkan fasilitas perpustakaan melalui Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk, tabel dan anak

Menurutnya, selain untuk menciptakan pembelajaran sepanjang hayat, perpustakaan juga berfungsi sebagai tempat belajar masyarakat. Wahana dalam mencari informasi serta rekreasi yang tidak hanya mencerdaskan namun juga memberdayakan masyarakat sehingga memberikan manfaat dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas dan taraf hidupnya. Bila masyarakat sudah menyadari dan merasakan secara langsung manfaat layanan perpustakaan bagi kehidupannya, maka dengan sendirinya tingkat kegemaran membaca akan meningkat. Tingkat pemberdayaan perpustakaan yang tinggi merupakan wujud dari kemampuan literasi masyarakat suatu negara.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang duduk

Untuk diketahui, dari 60 Kabupaten di Indonesia Kabupaten Belu termasuk dalam Kabupaten yang menerapkan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Program ini merupakan program nasional yang diterapkan oleh Perpustakaan Nasional RI.

Berita / Foto: Norci Man & Jhon Dasilva

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.