PERPAS XI DI ATAMBUA DIWARNAI PEKAN PAMERAN EKONOMI KREATIF SE-KEUSKUPAN ATAMBUA

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB.BELU–Jumat (26/07), Guna mewujud nyatakan hasil pembinaan program pemberdayaan ekonomi kreatif, Keuskupan Atambua menggelar Pekan Pameran Ekonomi Kreatif, yang berlangsung dari Senin, 22 Juli 2019 hingga Sabtu, 27 Juli 2019 berpusat di Lapangan Seminari Lalian, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang berdiri

Kegiatan Pameran Ekonomi Kreatif Keuskupan Atambua yang sudah dihelat hampir sepekan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari Perpas XI Tahun 2019.

Sr. Maria Klarentin, FSGM selaku Sekretaris Seksi Pameran, mengakui Pekan Pameran Ekonomi Kreatif yang bertepatan dengan Sidang para Uskup se Regio Nusra dilaksanakan atas hasil Musyawarah Pastoral 5 tahun lalu, bahwa dalam rangka memberdayakan masyarakat berekonomi penuh kreatif melalui program keuskupan digelar Pekan Pameran Ekonomi Kreatif untuk mewujud nyatakan hasil dari program keuskupan itu.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri dan luar ruangan

Dijelaskan juga Pekan Pameran ini merupakan kegiatan rutin yang melibatkan seluruh Paroki di empat Dekenat se Keuskupan Atambua, yakni Dekenat TTU, Belu, Malaka dan Dekenat Mena.

“ Jadi, Pekan Pameran ini sebagai peluang untuk bagaimana masyarakat mengupayakan, bukan hanya memamerkan tetapi dijadikan tempat pembelajaran umat secara meluas dan gratis bahwa di dalam Stand – Stand menampilkan hasil karya budaya masing – masing, sehingga umat bisa belajar dari hal itu,” ujar Suster Klarentin, disela – sela pameran hari kelima berlangsung.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiri

Suster menyebutkan stand yang tampil pada pekan pameran tahun ini sebanyak 54 stand dari 3 Kabupaten yakni Kabupaten Belu, Malaka dan TTU terdiri dari Paroki se Dekenat Belu, Malaka, Mena dan Dekenat TTU. Ada juga Instansi Pemerintahan, Lembaga Pendidikan, Komunitas kategorial dan beberapa Sponsor kegiatan Perpas ke XI. Suster menilai bahwa dari semua stand yang ada ini produk yang paling dominan adalah produk dengan bahan dasar kain tenun.

“Produk – produk yang paling dominan pada Pameran kali ini nampak sekali hasil kerajinan dari kain tenun, ada yang sudah dimodifikasi kedalam bentuk Tas, Sepatu, Pakaian, dan aneka macam keunikan hasil karya lainnya, hampir semua stand terdapat produk kain tenun,” katanya.

Suster berharap agar kedepannya pekan Pameran ini terus berkelanjutan untuk mendorong umat berkreatifitas di wilayah Keuskupan Atambua.

“Dari tahun ke tahun minat pengunjung semakin meningkat. Karena itu, kita tetap berupaya untuk menghelatkan kegiatan ini,” tutupnya.

Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang berdiri dan luar ruangan

Perlu diketahui, kegiatan pameran juga diisi dengan acara hiburan yang dipersembahkan para OMK dari setiap paroki, para Siswa – Siswi PAUD sampai dengan SMA.

Terlihat dari waktu ke waktu pengunjung terus menginjakan kaki di Lapangan Seminari Lalian untuk melihat dan membeli produk – produk yang ada di setiap Stand tersebut.

Berita / Foto : Norci Man & Jhon Da Silva

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.