PERMUDAH AKSES DAN PENGUATAN SEKTOR KUMKM, KEMENKOP RI GELAR BIMTEK INKLUSIF

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO Kab. Belu– Senin (29/19), Kementerian Koperasi dan UKM RI mengadakan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Program Inklusif bagi Para Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah di Ballroom Hotel Matahari Atambua. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Belu Wilybrodus Lay, SH yang ditandai dengan penabuhan gong.

Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan teks

Sosialisasi dan bimbingan teknis bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan perusahaan sehingga menjadi perusahaan yang kompentitif sekaligus mendatangkan nilai tambah ekonomi, baik untuk perusahaan bisnis, pemilik perusahaan dan juga dapat membantu kegiatan usaha penjamin kredit kepada pelaku Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) yang memiliki keterbatasan akses dalam mendapatkan kredit usaha dari lembaga keuangan, membantu konsultasi manajemen usaha untuk penguatan sektor KUMKM sehingga dapat meningkatkan pelayanan terhadap KUMKM dan pelaku ekonomi skala kecil sehingga menjadi pelaku ekonomi yang handal.

Gambar mungkin berisi: dalam ruangan

Bupati Belu Wilibrodus Lay, SH dalam sambutannya mengatakan atas nama masyarakat dan pemerintah Kabupaten Belu mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Koperasi dan UKM RI yang telah memberikan sosialisasi dan bimbingan teknik bagi para pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, di panggung dan duduk

‘’Kita sangat berterimakasih kepada Kementerian Koperasi dan UKM RI yang telah memberikan Sosialisasi dan Bimtek Program Inklusif bagi masyarakat Kabupaten Belu. Bupati Belu berharap agar peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mempelajari cara pembuatan proposal pengajuan pinjaman ke Lembaga Pengelola Dana bergulir,’’ ungkap Bupati Belu

Gambar mungkin berisi: 1 orang

Krisdianto Soedarmono, Direksi Bisnis Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah RI, Lembaga Pengelola Dana Bergulir, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mengatakan Lembaga Pengelola Dana Bergulir, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menargetkan penyaluran dana pada tahun 2019 sebesar Rp. 1.5 Triliun yang terdiri dari Rp. 975 Milyar untuk pembiayaan konvensional dan 525 Milyar untuk Syariah.

Gambar mungkin berisi: 6 orang, orang tersenyum, orang duduk, tabel dan dalam ruangan

Selanjutnya Direksi Bisnis mengutarakan penyaluran dana diprioritaskan pada sector produkif oleh karena kita memiliki suku bunga pinjaman yang termurah mulai dengan bunga 7%. kita hadir disini untuk memberi pelatihan cara mengisi proposal sekaligus mensosialisasikan sehingga peserta dapat mengajukan proposal untuk mendapatkan dana dengan syarat sudah menjadi anggota koperasi minimal dua tahun dan pinjamannya maksimun 15 juta rupiah.

Gambar mungkin berisi: 8 orang, orang duduk, tabel dan dalam ruangan

Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, Kabupaten TTU, Kabupaten TTS dan pelaku UMKM, Koperasi dan berbagai pihak terkait yang mempunyai usaha di Kabupaten Belu.

Berita/Foto: Hengki Mao & Jun Naibuti

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.