PERDHAKI GELAR MONITORING DAN EVALUASI BAGI UPK

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu ( 22/05 ), Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (PERDHAKI) menggelar Rapat Kerja Monitoring dan evaluasi bagi Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) Regio TTU, Malaka dan Belu Tahun 2019, bertempat di Hotel Matahari Atambua.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Rapat Kerja Monitoring dan Evaluasi ini dilakukan guna mewujudkan akses masyarakat kepada pelayanan kesehatan yang berkualitas melalui jejaring pelayanan kesehatan antara lain Rumah Sakit, Balai Pengobatan dan Klinik bersalin. Selama kegiatan, fase pertama maupun kedua, PERDHAKI berkolaborasi dengan Keuskupan Agung Kupang dan Keuskupan Atambua.

Manager Program Rapat Kerja Monitoring dan Evaluasi – Terotji Pile, menjelaskan monitoring, pengendalian dan evaluasi termasuk penilaian kinerja organisasi merupakan suatu fungsi manajemen yang harus menjadi pendukung kompetensi seorang UPK untuk mengetahui dan menjamin kemajuan suatu program atau kegiatan pelayanan. Selain itu, melalui monitoring dan evaluasi ini dapat menilai hasil akhir dari suatu program serta output yang ingin dicapai di masing–masing UPK, sehingga diharapkan, kerja sama dan sinergitas agar proses percepatan eliminasi dapat berjalan dengan baik menuju Kabupaten yang sehat.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, berdiri

“UPK perlu melakukan monitoring dan evaluasi seluruh pelayanan kesehatan, namun sering ada keterbatasan–keterbatasan, maka untuk evaluasi biasanya di fokuskan pada kegiatan–kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program pokok,” ungkapnya.

Selanjutnya Wakil Ketua Perdhaki – Dr. Lau Fabianus juga mengatakan, kegiatan Monitoring dan evaluasi bagi Unit Pelayanan Kesehatan merupakan program dari PERDHAKI Pusat melalui Perdhaki Keuskupan Atambua yang wilayahnya mencakup Kabupaten Belu, Malaka Dan TTU dalam upaya mengendalikan penyakit menular di wilayah Nusa tenggara Timur ( NTT) melalui klinik–klinik dan fasilitas kesehatan lainnya dengan berbagai program dan inovasi yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang berdiri dan dalam ruangan

“Monitoring dan evaluasi yang kita lakukan hari ini adalah untuk mengetahui sejauh mana upaya yang telah dilakukan oleh 15 UPK yang ada di 3 Kabupaten, yakni kabupaten Belu, Malaka dan TTU, serta mengidentifikasi kendala dan persoalan dalam pelayanan kepada masyarakat seperti logistik, penemuan kasus, dan pengobatan. Semua Hasil monitoring di kirim ke pusat melalui sistem on line. Dari hasil monitoring, ternyata masih ada UPK yang melakukan pelayanan kesehatan di bawah standar (Prosentasi sangat kecil ) sehingga upaya pengendalian juga kurang maksimal,” ucap Dr. Fabi yang juga Direktur Rumah Sakit Katolik Marianum Halilulik ini.

Materi yang disampaikan dalam Rapat Kerja Monitoring dan Evaluasi tersebut, menyangkut pencatatan dan laporan UPK yang dibawakan oleh Thomas Sody, S.Km.

Foto/Berita: Frans Leki & Sipri Luma

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.