PERAN STRATEGIS KANTOR BEA DAN CUKAI

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB.BELU – Rabu (12/06), Kantor Bea dan Cukai Atambua merupakan salah satu Instansi Vertikal yang bernaung di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang bertugas untuk melakukan pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat di Bidang Kepabeanan dan Cukai. Kantor Bea dan Cukai terletak di Kota Atambua, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Perbatasan Negara Indonesia – Timor Leste.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Untuk mengemban Misi memberikan pelayanan Kepabeanan dan Cukai secara modern, terbentuklah Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) yang dulunya disebut Pratama Atapupu dan mengalami kenaikan nomenklatur menjadi KPPBC Tipe Madya Pabean B Atambua, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 206.3/PMK.01/2014 dan Keputusan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai nomor : KEP-67/BC/2015.

Kantor modern KPPBC TMP B Atambua ini dibentuk dengan tujuan untuk mengoptimalkan fungsi utama dari DJBC sebagai fasilitator perdagangan, dukungan industri, penghimpun penerimaan dan perlindungan masyarakat dengan memberikan pelayanan secara cepat, efisien, responsif dan transparan yang berdasarkan prinsip Good Governance. Disamping melakukan tugas di bidang pelayanan dan pengawasan, KPPBC TMP B Atambua juga melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai penghimpun penerimaan (Revenue Collector) yaitu dalam menghimpun penerimaan Negara di sektor Kepabeanan dan cukai yang diperoleh dari bea masuk dan pajak impor.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk

Kaitanya dengan tugas pokok dan fungsi sebagai fasilitor perdagangan, KPPBC hadir untuk mepermudah proses perdagangan Internasional barang ekspor dan impor. Dan juga sekaligus sebagai pemacu industri dalam negeri dan menjaga industri dalam negeri dari ancaman industri luar negeri serta melindungi masyarakat dari masuknya barang – barang terlarang atau ilegal.

Dikatakan Kepala Bea dan Cukai Atambua bahwa Wilayah kerja yang sekaligus sebagai wilayah pengawasan dari Kantor Bea dan Cukai meliputi 4 Kabupaten di wilayah Provinsi NTT, meliputi Kabupaten Belu, Kabupaten TTU, Kabupaten Malaka, dan Kabupaten Alor. KPPBC TMP B Atambua mengawasi 3 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yaitu PLBN Mota’ain, Motamasin dan PLBN Wini dan 1 Kantor Bantu Pelayanan Bea dan Cukai yaitu KPPBC Napan dan 1 Pos Pengawasan Bea dan Cukai (PBBC) yaitu PBBC Turiskain.

Lebih Lanjut Ia mengatakan, seharusnya total semuanya 9 wilayah pengawasan dari Kantor Bea Cukai Atambua, namun untuk Builalu, Haumeni Ana, Laktutus dan Kalabahi sudah tidak aktif lagi dan tidak ada petugasnya.

Gambar mungkin berisi: 1 orang

“Bea dan Cukai Atambua ini berada di posisi wilayah kerja yang unik, terletak di antara negara Timor Leste dan berada di batas laut dan darat yang bertugas mengawasi dan melayani 4 area perbatasan. Intinya yang berhubungan dengan perbatasan berarti berurusan langsung dengan Bea dan cukai,” tutur Kepala Bea dan Cukai Atambua – Tribuana Wetangterah, Ketika ditemui di Kantor Bea dan Cukai Atambua, pada Rabu (12/06).

Dijelaskan juga dalam melaksanakan fungsinya KPPBC TPM B Atambua memiliki berbagai jenis layanan yang diselesaikan dengan cepat, mudah dan transparan. Seperti Pelayanan Pemberitahuan Impor Barang (PIB), Pemberitahuan Impor Barang Khusus (PIBK), Pelayanan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), pelayanan Surat Permohonan Membawa Kendaraan (SPMK) dan Pelayanan Kepada Pelintas Batas atau Kartu Identitas Lintas Batas (KILB).

“Bagi masyarakat yang tinggalnya berada di sekitar perbatasan dan apabila ingin melintas batas cukup dengan mengurus Kartu Indentitas Lintas Batas (KILB) yang disediakan pihak Bea dan Cukai dengan masa berlaku 1 tahun sesuai masa berlaku Pas Lintas Batas yang diterbitkan oleh Imigrasi,” imbuhnya.

Foto/Berita : Norci Man, Anna Ukat & Kransen Fontes

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.