PENYUSUNAN RENCANA AKSI KONVERGENSI PENURUNAN STUNTING DAN PENYUSUNAN REGULASI PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN BELU TAHUN 2019

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Jumat (19/07), Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan didampingi Kepala Bapeda Kabupaten Belu – Frans Manafe, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu – Theresia M. B Saik S.K.M, M.Kes. membuka secara resmi pertemuan Penyusunan Rencana Kegiatan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Dan Penyusunan Regulasi Penurunan Stunting di Kabupaten Belu Tahun 2019, berlangsung di aula Kantor Bapeda Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama, akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi masih dalam kandungan dan baru nampak pada saat anak berusia dua Tahun, kekurangan gizi pada usia dini dapat meningkatkan angka kematian pada bayi dan anak. Sebagai upaya dalam penanganan stunting di Kabupaten Belu, Pemerintah Kabupaten Belu melalui Bapeda Kabupaten Belu dan Dinas Kesehatan Kabupaten Belu melakukan pertemuan penyusunan rencana kegiatan aksi konvergensi penurunan stunting dan penyusunan regulasi penurunan stunting di Kabupaten Belu Tahun 2019 ini yang dihadiri oleh Pimpinan OPD, LSM, NGO, Camat dan Kepala Puskesmas Se Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Dalam arahannya, Wakil Bupati Belu mengatakan pembangunan kesehatan adalah salah satu bagian dari pembangunan nasional, agar tercapainya pembangunan kesadaran dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Prioritas pembangunan kesehatan, sesuai RPJMN Bidang Kesehatan Tahun 2018-2019 adalah penurunan angka kematian ibu dan anak, angka kematian bayi, perbaikan gizi khusunya stunting Pengendalian penyakit menular dan pengendalian penyakit tidak menular. Sebagai upaya penanganan stunting diKabupaten Belu, pencegahan stunting dilakukan melalui dua intervensi yakni intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif.

Sasaran dari intervensi gizi spesifik adalah masyarakat secara umum dan tidak khusus pada ibu hamil dan balita seribu hari pertama kehidupan. Mempersiapkan generasi 2019 tidaklah mudah karena masalah stanting masih menjadi momok, oleh kerena itu untuk mencegah dan menanggulangi permasalahan stunting di Kabupaten Belu kita harus bekerjasama demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Gambar mungkin berisi: 11 orang, orang duduk
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Belu – Frans Manafe mengatakan kegiatan hari ini adalah rapat koordinasi terkait penanganan stunting di Kabupaten Belu, melalui delapan aksi dan hari ini melakukan aksi kedua dengan mengumpulkan OPD teknis terkait yang sudah dibentuk melalui SK Bupati yaitu SK tentang tim koordinasi penangganan stunting Kabupaten Belu Tahun 2019, dengan melibatkan para Camat dan Kepala Puskesmas, untuk menyusun program kegiatan yang bertujuan untuk penurunan stunting. kegiatan akan dilanjutkan untuk rembuk stunting, diharapkan seluruh opd dapat berperan aktif dalam diskusi hari ini sehingga kita akan serius untuk menangani stunting, ada 21 desa yang menjadi Fokus, karena didesa tersebut cukup ada angka stuntingnya dan ada beberapa intervensi oleh Opd-opd terkait.

Pemateri Pada pertemuan Penyusunan Rencana Kegiatan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Dan Penyusunan Regulasi Penurunan Stunting Di Kabupaten Belu Tahun 2019 ini yakni Kepala BP4D Kabupaten Belu – Frans Manafe, dengan materi penyampaian SK Tim Koordinasi Penanggulangan Stunting dan Presentasi Hasil Analisa Situasi Stunting Kabupaten Belu oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu – Theresia M. B Saik S.K.M, M.Kes.

Berita/foto: Asih Mukti & Cransen

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.