PENTINGNYA BELAJAR DI ALAM TERBUKA BAGI ANAK USIA DINI

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU- Kamis (17/10), Lembaga Pengembangan dan Perlindungan Anak (LPPA) mengadakan kegiatan belajar mengajar dialam terbuka bertempat didepan gedung serba guna Santo Dominikus Emaus.

Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang duduk dan luar ruangan

Belajar di alam terbuka ini diikuti oleh para anak-anak PAUD, SD, SMP sebanyak 500 orang, dari berbagai sekolah dan dibentuk dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok didampingi oleh para tutor atau pendamping masing-masing antara lain kelompok yang di latih membaca, menulis dan bernyanyi, membuat drama dan lain sebagainya.

Kegiatan ini bertertujuan untuk membentuk kepribadian yang baik, sehingga mudah memahami dengan belajar dari benda yang konkret, memberi pengertian bahwa belajar bukan kegiatan membosankan, menumbuhkan kecintaan pada alam, melatih motorik anak, meningkatkan keakraban dengan anak, meningkatkan keaktifan anak, memperluas pandangan anak bahwa belajar dapat menggunakan apapun.

Gambar mungkin berisi: 11 orang, orang duduk

Pimpinan proyek LPPA – Mikael Riu yang di temui mengatakan Lembaga Pengembangan dan Perlindungan Anak ( LPPA) lebih fokus kepada anak-anak dimana mempunyai tugas yang sifatnya berada diluar pendidikan lembaga sekolah, lebih berada di tengah masyarakat di sebut sebagai Lopo Cerdas.
Kegiatan Lopo Cerdas ini dilakukan belajar mengajar setiap kelompok di setiap minggunya. Dalam satu minggu bisa dua sampai tiga kali belajar. Dalam proses belajar mengajar ini diajarkan terkait pendidikan kecakapan hidup yang lebih fokus kepada anak-anak usia 9 sampai dengan 14 tahun.

Di harapkan mereka bisa mengembangkan bakat mereka dialam terbuka, dengan bimbingan masing-masing pendamping. Selain di alam terbuka proses belajar mengajar bisa dilakukan pada Posyandu, rumah masyarakat, maupun halaman rumah, atas kesepakatan bersama dengan anak-anak. Manfaatnya agar anak-anak merasa lebih bebas, saling mengenal, belajar secara berkelompok. Kegiatan belajar dialam terbuka ini tidak terganggu dengan belajar disekolah sebab belajar pada jam 4 sampai jam 5 sore.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiri

Untuk wilayah kerja yang dilakukan LPPA yakni Kabupaten Belu (10 Desa di Kecamatan Tasifeto Timur, Kakuluk Mesak, Kota Atambua, Atambua Selatan dan Kecamatan Tasifeto Barat.), Kabupaten Timor Tengah Utara ( 4 Desa di Kecamatan Noemuti, dan Insana Tengah), Kabupaten Malaka ( 6 Desa di Kecamatan Kobalima dan Malaka Tengah ).

Berita/Foto: Auxiladora & Rio Bele Bau

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.