PENGGUNAAN INTERNET DAN MEDIA SOSIAL YANG SEHAT DAN BERTANGGUNG JAWAB

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Rabu(3/07), Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu bekerjasama dengan LPPL RRI (Radio Republik Indonesia) Atambua menggelar Dialog Aspirasi TORA dengan Topik “Penggunaan Internet dan Media Sosial yang sehat dan bertanggung jawab”. Dialog Aspirasi Tora dengan narasumber Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu-Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si ini membahas tentang bagaimana seharusnya orang menggunakan media sosial.

Gambar mungkin berisi: 1 orang

Menurut Kadis Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu – Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si, penggunaan media sosial akhir – akhir ini sangat luar biasa, penggunaan internet ini sangat berpengaruh dan dapat merubah perilaku manusia, mulai dari pola pikir, pola perilaku serta tindakan. Jika berbicara soal media sosial tidaklah terlepas dari internet.

Media sosial muncul sekitar akhir Tahun 90an dan media sosial yang paling tenar dan disenangi saat ini baik dikalangan orang dewasa bahkan sampai pada anak-anak Sekolah Dasar di regional Kabupaten Belu, Provinsi NTT (Nusa Tenggara Timur) adalah Facebook. Adapun berbagai teori yang mengusung atau mencoba mempelajari fenomena dari media sosial itu sendiri salah satunya adalah yang dikeluarkan pada Tahun 2012 menyebut media sosial itu merupakan suatu saluran atau sarana yang sekurang-kurang nya terdiri dari 3 komponen, yang pertama adalah Infrastruktur Informasi yaitu melihat sebagai alat atau media, yang kedua adalah Isi Media yang disalurkan melalui infrastruktur itu sendiri, sedangkan komponen yang ketiga adalah Subyek atau orang yang menikmati atau orang yang menyebarkan konten-konten itu sendiri.

“Ketiga komponen ini sendiri saling terkait satu sama lain, namun yang paling berperan dalam ketiga komponen ini adalah Subyeknya, dikarenakan Subyek atau User ini adalah mereka yang memproduksi, mereka yang menyebarkan dan mereka sendiri yang menanggapi, jadi jika sesuatu yang diproduksi itu tidak baik dan yang menyebarkan juga sesuatu yang tidak positif tentunya tentu akan mempengaruhi kita yang menikmatinya,” ucap Kadis Kominfo saat dialog Tora berlangsung, di Studio RRI PRO I Atambua.

Lebih lanjut Kadis Kominfo juga mengatakan bahwa begitu banyak group-group yang dapat kita temui pada Facebook, itu merupakan fenomena yang tidak bisa kita hindari, kita harus bisa mengantisipasi dan kita respon, karena itu merupakan sesuatu yang positif, dan penggunaan media sosial itu sendiri diharapkan untuk tujuan hal-hal yang bersifat positif atau menyebarkan kebaikan.

“Kebaikan itu bukan dalam kontes baik-baik saja, namun penggunaan media sosial didalam group-group itu juga sangat bisa digunakan utuk mengkritik kebijakan pemerintah, asalkan disampaikan dengan etika kita sebagai orang timor, yaitu dengan cara yang santun, menghindari konten negativ sebagaimana yang di atur dalam undang-undang ITe dan saya atas nama pemerintah Kabupaten Belu akan sangat berterimakasih jika dalam mengkritik pemerintah sebaiknya disajikan dengan data yang akurat, dan kami akan sangat respon dalam hal ini. Dan dalam konteks yang lebih luas, kami sebagai pemerintah menyadari bahwa pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri,kami butuh masukan dan tanggapan masyarakat, kritik dan saran dan salah satu medianya adalah media sosial ini sendiri,” harap Kadis Kominfo yang biasa disapa Jap ini.

Lebih lanjut Kadis juga menyebutkan adanya 8 karakteristik dari media sosial yakni yang pertama adalah Kualitas, harus dijaga isi pesannya, yang kedua adalah jangkauan, bersifat luas dan masif, Yang ketiga adalah Konten, apapun yang ditampilkan di media sosial akan sangat cepat diketahui, Yang ke empat adalah Frekuensi, yang menggambarkan lamanya durasi/waktu pada saat kita berinteraksi di media sosial, Yang kelima adalah Karakter, bagaimana media sosial memberikan kemudahan bagi kita, Ke Enam adalah Kegunaannya, share yang penting-penting saja, yang ketuju adalah Kesegeraan,apapun yang kita share dapat diketahui orang hari ini juga, dan yang kedelapan adalah tidak permanen, media sosial itu tidak permanen (ada yang bertahan dan adapula yang tidak).

Akhir dari dialog Aspirasi Tora ini, Kadis Kominfo menghimbau kepada masyarakat agar menggunakan media sosial dengan baik, karena media sosial ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, sehingga diharapkan media sosial ini digunakan untuk membantu, mempermudah bukan malah untuk mempersulit, bijaklah dalam media sosial, media sosial harus digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup bukanlah sebaliknya dan sharing atau share hal-hal yang baik saja.

Berita/Foto: Novita Bogar & Cransen Fontes

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.