PENGEMBANGAN BURSA INOVASI DESA

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. Belu—Kamis(18/07), Dalam menjawabi Nawacita Presiden Republik Indonesia “Membangun dari pinggiran dengan memperkuat wilayah dan desa dalam negara kesatuan” dan selanjutnya dikuatkan dengan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Kementerian Desa, Pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi, melalui Pemerintah Kabupaten Belu melaksanakan kegiatan Program Bursa Inovasi Desa tingkat Kecamatan Lamaknen dan Lamaknen Selatan di Desa Nualain, Kecamatan Lamaknen Selatan.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan dalam ruangan

Camat Lamaknen Selatan – Wendelinus Meak,SE mengatakan dengan adanya banyak tawaran kegiatan dan ide inovatif dari Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) serta banyak pendampingan dari pihak P2KTD, masyarakat desa sangat terbantu.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, luar ruangan

“Suatu hal yang luar biasa karena para pendamping akan menyampaikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat desa, mereka akan melakukan pendampingan sampai dengan pemanfaatannya sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga kedepannya bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat secara baik dan efisien. Perkembangan bursa inovasi desa di Kecamatan Lamaknen dan Lamaknen Selatan pada Tahun 2018 ada yang sudah dikembangkan tetapi belum dimanfaatkan secara baik oleh karena sumberdaya manusia masih minim, namun dengan adanya pendampingan dan melalui Program Bursa Inovasi Desa ini kita berharap masyarakat desa punya kemampuan dan kreativitas melalui praktek cerdas yang sudah dilakukan tetapi belum dikembangkan secara maksimal dapat di kembangkan dengan baik,” ungkap Camat Lamaknen Selatan.

Gambar mungkin berisi: 10 orang

Selanjutnya Koordinator tenaga ahli P3MD – PID Kabupaten Belu – Kanisius Aji Manek mengatakan kegiatan Program Inovasi Desa yang terlaksana di seluruh Indonesia dan salah satunya adalah Kabupaten Belu yang menjadi contoh yakni di Desa Tula Kadik yang menggunakan lahan yang ada menjadi tempat wisata untuk para pengunjung untuk berselfi ria.

Gambar mungkin berisi: 1 orang

“Selama ini secara rata-rata dari 17 desa yang ada di Lamaknen dan Lamaknen Selatan dan desa yang ada di Kabupaten Belu pada umumnya sudah mengembangkan inovasi desa namun baru 45 persen yang mulai berkembang,” ungkap Kanisius.

Selanjutnya Kanisius juga mengatakan dalam pengembangan Bursa Inovasi Desa dengan adanya kerja sama dengan beberapa LSM yang ada di Kabupaten Belu yang memberikan tawaran – tawaran mengenai Bursa Inovasi Desa, dirinya mengakui sangat memberikan dampak positif.

Gambar mungkin berisi: 7 orang, orang duduk

“Jujur ini sesuatu yang sangat luar biasa karena setiap kita disibukkan dengan keterbatasan pengalaman kami dari P2KTD dalam hal ini dari dunia LSM sangat mendukung serta memberikan dampak dan pengaruh yang positif bagi masyarakat yang berada di Desa,” tambah Koordinator tenaga ahli P3MD – PID Kabupaten Belu – Kanisius Aji Manek.

Gambar mungkin berisi: 2 orang

Program Bursa Inovasi Desa yang berselogan Datang Amati, Tiru, Modifikasi, dan Terapkan yang ditawarkan oleh Kementerian Desa yakni, Bidang Kewirausahaan, Bidang Sumber Daya Manusia dan Bidang Infrastruktur. Kegiatan ini berlangsung di Aula Paroki Santo Geradus Nualain yang di hadiri oleh perutusan dua orang dari tiap-tiap Desa yang ada di Kecamatan Lamaknen dan Lamaknen Selatan, turut hadir dalam Kegiatan ini, Kapolsek Lamaknen , Babinsa Desa Nualain, dan beberapa LSM yang ada di Kabupaten Belu dan diakhiri dengan tanda tangan PAKTA INTEGERITAS oleh para peserta yang hadir.

Berits/Foto: Hengki Mao

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.