PENERIMA KALPATARU, ADIWIYATA PELOPOR DAN TELADAN UNTUK MENJAGA KELESTARIAN HUTAN DAN LINGKUNGAN

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Senin (16/09), Sebagai bentuk penghargaan kepada warga di Kabupaten Belu, momen peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tk. Kabupaten Belu Tahun 2019 yang dipusatkan di Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, juga dilakukan pemberiaan penghargaan Kalpataru Tk.Kabupaten Belu, sebanyak 4 orang, terdiri dari 1 orang Perintis Lingkungan, 1 orang Kategori Penyelamat Lingkungan, 1 orang Kategori Pembina Lingkungan dan 1 orang Kategori Pengabdi Lingkungan.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang berdiri, janggut dan luar ruangan

Empat orang penerima Kalpataru Tk. Kabupaten Belu Tahun 2019 meliputi Kategori Perintis Lingkungan atas nama Edmundus Kehi Tae, asal Desa Renrua Kecamatan Raimanuk. Kategori Penyelamat Lingkungan, atas nama Marianus Domi Meti, asal Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat. Sementara itu, Kategori Pembina Lingkungan, atas nama Hilarius Heny Sally asal Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur dan sebagai Kategori Pengabdi Lingkungan atas nama Gabriel Manek, Desa Naekasa Kecamatan Tasifeto Barat.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang duduk dan luar ruangan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belu – Dra. Yohanetha Mesak, MM mengutarakan bahwa 4 Kategori Penerima Kalpataru yang ditetapkan ini berdasarkan penilaian – penilaian dari Tim antara lain, upaya yang dilakukan dengan menanam anakan pada lahan sendiri misalnya 1–2 hektar keatas dan anakan yang ditanam 50 persen berhasil.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, telepon

“Jadi, upaya yang dilakukan untuk melestarikan lingkungan secara individu, itulah salah satu indikator penilaian dari tim untuk masuk pada nominasi kategori penerima Kalpataru Tk. Kabupaten,” kata Kadis Lingkungan hidup Kab. Belu, usai acara peringatan HLH.

Penerima penghargaan Kalpataru Kategori Perintis Lingkungan – Edmundus Kehi Tae menyampaikan terima kasih dan bangga karena hasil yang dilakukannya mendapat penghargaan dari Pemkab Belu. Dirinya juga menuturkan banyak pohon yang ditanam diatas lahan sendiri antara lain, pohon beringin, kelapa, kemiri pinang dan anakan pohon lainnya. Menurutnya ini merupakan tugas dan tanggungjawab kami sebagai pemerhati lingkungan karena dengan menanam pohon merupakan investasi masa depan.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri dan luar ruangan

Sementara itu, Penerima Penghargaan Kalpataru Kategori Pengabdi Lingkungan – Gabriel Manek mengajak masyarakat dan keluarga untuk memanfaatkan lahan yang kosong disekitar lingkungannya dengan menanam pohon dari sekarang demi masa depan anak – cucu kita.

“Saya ajukan kepada kita semua untuk tetap dan terus bertanggungjawab menjaga dan melestarikan lingkungan kita, karena dengan menanam pohon masa depan kita akan lebih baik lagi,” tegasnya.

Selain 4 Kategori Penerima Penghargaan Kalpataru, terdapat 3 Sekolah Penerima Penghargaan Adiwiyata Tk. Kab Belu Tahun 2019, yaitu SDN Sekutren, SMPK Tunas Harapan Santo Petrus Lahurus, Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Hidayatullah Atambua dan SMA Seminari Santa Imaculata – Lalian. Penghargaan Adiwiyata ini diberikan kepada sekolah – sekolah yang dinilai berhasil mendidik siswa – siswi menjadi individu yang peduli dan cinta serta bertanggungjawab menjaga lingkungan hidup.

Berita/Foto: Norci Man & Jhon Dasilva

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.