PENANDATANGAN MOU ANTAR PEMERINTAH INDONESIA DENGAN PEMERINTAH TIMOR-LESTE DAN PENUTUPAN THE 3RH CROSS-BORDER MEETING BETWEEN THE REPUBLIC INDONESIA AND THE DEMOCRATIK REPUBLIC OF TIMOR LESTE ON AIDS,TB AND MALARIA

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Kamis(15/08), Direktur Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit (P2P) – Dr. Anung Sogihartono, M.Kes didampingi Direktorat Jendral Prestasaun TLS – Dr. Odele Da Silva Viegas, Dermatologist, menutup secara resmi kegiatan The 3rh Cross – Border Meeting Between The Republic Indonesia And The Democratik Republic of Timor Leste ON AIDS, TB, And MALARIA, berlangsung di Aula Hotel Matahari Atambua.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang berdiri

Kegiatan The 3rh Cross – Border Meeting Between The Republic Indonesia And The Democratik Republic of Timor Leste ON AIDS, TB, And MALARIA ini berlangsung dari tanggal 13-15 Agustus 2019 ini bertujuan untuk membangun kerjasama antar dua negara dalam memberantas penyakit AIDS, TUBERKOLOSIS dan MALARIA, khususnya didaerah perbatasan, kegiatan ini di hadiri oleh Kadis Kesehatan Kabupaten Belu, Kepala Subdit Tb Direktorat P2pml Kemenkes RI, Perwakilan WHO Indonesia, Acting General Direktor Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Timor Leste dan Perwakilan WHO Timor Leste. Kegiatan the 3rh Cross – Border Meeting Between ini di tutup oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) – Dr. Anung Sogihartono,M.Kes didampingi Direktorat Jenderal Prestasaun TLS -Dr. Odele Da Silva Viegas,Dermatologist dengan di lakukan penandatangan MOU antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Timor Leste.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiri

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) – Dr. Anung Sogihartono, M.Kes kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari kerjasama antara kedua negara yakni Negara Indonesia dan Timor Leste dan telah disepakati beberapa hal yakni Kapasiti Billding, untuk Cdc, Regural Sistem, Obat dan lainnya, selanjutnya untuk mendetailkan dalam bentuk kerjasama riil dalam tatanan Operasional, bersama Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan petugas pelayanan yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dengan mendetailkan tiga penyakit yakni AIDS, TB, dan MALARIA. Sebagai persoalan global dan sebagai komitmen bersama yang harus kita selesaikan di tingkat regional.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri

“ Yang menjadi tantangan dalam Persoalan Cross Border adalah 3 penyakit ini yang harus kita dahulukan, selanjutnya akan dilakukan kerjasama dalam penanganan penyakit lainnya dan sebagai tindak lanjut baik ditingkat nasional sudah sepakat untuk dijalankan, tinggal antar pelayanan baik itu dari Timor Leste maupun Indonesia khususnya yang ada di NTT sehingga dapat di implementasikan,”ujarnya.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Direktorat Jendral Prestasaun TLS – Dr. Odele Da Silva Viegas, Dermatologist mengungkapkan kerjasama ini dilakukan guna mengatasi 3 masalah penyakit yakni AIDS, TB, dan MALARIA baik itu di Negara Timor Leste maupun di Negara Indonesia, hal ini dilakukan untuk mencegah serta mengatasi tiga penyakit tersebut. Melalui kerjasama ini diharapkan dapat terus berlanjut demi kesejahteraan masyarakat di kedua Negara baik itu di Negara Timor Leste maupun di Negara Indonesia.
Pada kegiatan penutupan The 3rh Cross–Border Meeting Between The Republic Indonesia And The Democratik Republic of Timor Leste ON AIDS,TB,And MALARIA ini juga dilakukan penandatangan MOU antara Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Timor Leste. Selanjutnya juga dilakukan pemberian cindera mata dari Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Timor Leste.

Berita /Foto: Asih Mukti & Bene Luan

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.