PEMBANGUNAN RUMAH ADAT SECARA TRADISIONAL SUKU NIHAA DESA LO’OKEU

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Kamis (12/09), Bupati Belu-Wilybrodus Lay, SH, menghadiri acara pembangunan rumah adat Suku Nihaa, Desa Lo’okeu – Kecamatan Tasifeto Barat.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang duduk dan luar ruangan
Kepala Desa Lo’okeu – Kanisius Fahik Mau, S.P.T. mengatakan sebanyak 14 Suku dan 14 rumah adat yang tersebar di Desa Lo’okeu Kecamatan Tasifeto Barat. Salah satunya adalah rumah adat suku Nihaa yang pembangunannya dengan menggunakan sistem pembangunan rumah adat tradisional dan menggunakan bahan –bahan lokal yang murah dan mudah diperoleh.Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang duduk, tabel dan luar ruangan

Pembangunan rumah adat Nihaa ini mengunakan dana yang bersumber dari sumbangan pemerintah desa sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) per-unit rumah adat, serta sumbangan dari anggota suku bersangkutan. Dari 14 rumah suku di Desa Lo’okeu, yang sudah dibangun ada 4 unit rumah suku, 2 unit rumah suku akan di bangun tahun depan dan 8 unit rumah suku lainnya akan dibangun di tahun berikutnya. Kepala Desa Lo’okeu juga berharap kearifan lokal ini harus tetap di jaga, dilestarikan dan dipertahankan hingga anak cucu kita.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berdiri, pohon, langit, anak, luar ruangan dan alam

Bupati Belu – Wilybrodus Lay, SH yang turut hadir dalam acara pembangunan rumah adat Suku Nihaa, melakukan dialog secara langsung dengan masyarakat Desa Lo’okeu untuk mendengarkan aspirasi dan keluhan masyarakat terkait air bersih serta pembangunan jalan yang menghubungkan antara Desa Lo’okeu dan Desa Derokfaturene.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, langit, pohon, gunung, luar ruangan dan alam

Pada lokasi pembangunan rumah adat terlihat anggota suku dan masyarakat setempat sangat antusias dalam proses pekerjaan pembangunan rumah adat Nihaa dengan bahan –bahan yang sudah tersedia untuk pembangunan rumah adat ini antara lain kayu, daun gewang (tumbuhan monocarpic/ jenis palma) dan daun alang – alang (imperata cylindrica) sebagai bahan untuk atap rumah adat.

Berita/Foto: Asih Mukti & Okto Mali

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.