PELEPASAN EKSPOR PERTANIAN KE TIMOR LESTE

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU–Kamis (11/04), Kepala Badan Karantina Pertanian (BARATAN), Ir. Ali Jamil, MP, PhD, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Drs. Petrus Bere melepas Ekspor komoditas pertanian di Pos Lintas Batas Mota’ain, Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu, Perbatasan RI–RDTL. Pelepasan ekspor komoditas pertanian dilaksanakan atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Belu dan Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian RI sebagai salah satu upaya untuk mendorong peningkatan ekspor pertanian dan berdaya saing di Negara lainnya.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan orang duduk

Sesuai amanat Nawa cita ketiga Presiden RI membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah–daerah dan desa dalam Negara Kesatuan. Sebagai bukti peningkatan pembangunan di Daerah Perbatasan, telah dibangun 3 PLBN di NTT antara lain PLBN Motaain di Kabupaten Belu, PLBN Motamasin di Kabupaten Malaka dan PLBN Wini di Kabupaten TTU. Melihat kondisi geografis yang berada dalam satu pulau, membuat kebutuhan masyarakat Timor Leste, banyak diperoleh dari wilayah Indonesia.

Gambar mungkin berisi: dalam ruangan

Hal ini terlihat dengan terjadinya peningkatan permintaan dari negara tujuan dengan dilepasnya secara resmi ekspor komoditas pertanian oleh Kepala Badan Karantina Pertanian (BARATAN) Ir. Ali Jamil, MP, PhD, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Drs. Petrus Bere. Dengan jenis komoditas ekspor seperti kacang kedelai sebanyak 17,5 ton, kacang tanah sebanyak 5 ton, kacang hijau sebanyak 0,75 ton dan lada sebanyak 40 kg dengan jumlah nilai 199,5 juta rupiah. Nilai total ekspor sebanyak 824,5 juta rupiah. Komoditas tersebut merupakan milik eksportir asal Kupang maupun Atambua.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, di panggung dan berdiri

Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Drs. Petrus Bere mengatakan kegiatan hari ini berhubungan langsung dengan hasil produksi masyarakat petani, pengusaha maupun pemerintah di Kabupaten Belu. Karenanya dengan adanya kegiatan ekspor komoditi pertanian, bisa memberikan motivasi untuk terus meningkatkan produksi, produktivitas terutama yang dibutuhkan oleh Negara Timor Leste.

“ Kita yang berada di wilayah perbatasan, dituntut untuk terus membaca peluang yang ada, sehingga produk–produk pertanian yang kita hasilkan, kita terus upayakan meningkatkan ekspor komoditi pertanian ke Negara Timor Leste,” tutur Sekda Belu.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang duduk

Sekda menambahkan, kedepan akan terus melakukan ekspor ke Timor Leste untuk menjajaki apa yang mereka butuhkan, oleh karena itu jangan ragu–ragu untuk terus melakukan kerjasama ini, untuk sementara porang (maek bako) juga menjadi salah satu perhatian yang sedang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten, kami berharap porang punya nilai ekspor komoditi tersendiri.

Selain itu ditempat yang sama pula, Kepala Badan Karantina Pertanian (BARATAN), Ir. Ali Jamil, MP, PhD, mengungkapkan hari ini kita bersama–sama di Pos Batas Lintas Negara, untuk mendukung cita –cita mulia untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia Tahun 2045. Sesuai Intruksi Presiden kepada Kementerian Pertanian, kita melakukan ekselerasi eksportasi pertanian kita. Hari ini kita buktikan bahwa beberapa komoditas kita berangkat keluar negeri seperti kedelai, kacang tanah, kacang hijau dan merica, sebagai upaya untuk memberi bahan makanan untuk negara tetangga maupun negara luar yang merupakan salah satu cita–cita negara kita. Program argo gemilang, ayo kita galakkan ekspor produk pertanian oleh generasi milenial bangsa merupakan Program Kementan melalui barantan yang digelar serentak di seluruh dunia.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang berdiri

Jamil juga menyampaikan, ‘’NTT adalah wilayah dengan banyak produk pertanian yang berpotensi ekspor. Untuk itu kita harus siapkan langkah kongkrit untuk mendorong ekspor produk guna memberi nilai tambah bagi petani sekaligus meningkatkan pendapatan daerah kita,’’ jelasnya.

Agen Konsulado Timor Leste, Paulo Da Costa Ximenes juga mengatakan, kerjasama antara Indonesia – Timor Leste bukanlah hal yang baru, pada Tahun 2017 di Kabupaten Malaka telah mengekspor bawang merah ke Timor Leste dan dihadiri Menteri Pertanian Indonesia maupun Menteri Pertanian Timor Leste.

Gambar mungkin berisi: 2 orang

Paulo juga menambahkan “Eksportir ini di Timor Leste memiliki pasar global, kita juga membangun kerjasama dengan negara mana saja, kita juga kerjasama melakukan ekspor barang–barang keluar tiles, seperti ayam dari brasil, lebih baik masuknya dari Negara Indonesia’’ jelas Paulo.

Pelepasan ekspor komoditi Pertanian di Nusa Tenggara Timur ini juga dilakukan penyerahan sertifikat kesehatan tumbuhan ekspor kepada para eksportir oleh Kepala Badan Karantina Pertanian (BARATAN), Ir. Ali Jamil, MP, PhD di dampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Belu Drs. Petrus Bere dan dilanjutkan dengan pengguntingan pita sebagai tanda telah di lepas secara resmi ekspor komoditi pertanian tersebut.

Gambar mungkin berisi: 11 orang, orang berdiri Gambar mungkin berisi: 15 orang, orang tersenyum, orang berdiri

Turut hadir dalam acara pelepasan ekspor ini adalah Kepala Balai Karantina Pertanian kelas II Kupang, Perwakilan Konsulado Timor Leste, Direktur Karantina RDTL, Kepala BNPP Kabupaten Belu, Kepala Bea Cukai Atambua, Kepala Imigrasi Atambua, Perwakilan Dandim 1605 Belu, Perwakilan Kapolres Belu, Pimpinan OPD terkait dan Camat Tastim.

Foto/Berita: Asih Mukti & Bene Luan

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.