PELATIHAN WIRAUSAHA SANITASI DALAM PROGRAM STBM – GESI

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Jumat (08/11), Kerjasama Kemitraan Yayasan Plan Internasional Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Belu, bersama Yayasan Pijar Timur Indonesia dan Koramil 1605-01 Kota Atambua zona II Motabuik, menggelar kegiatan pelatihan wira usaha sanitasi dalam program STBM – GESI, bertempat di Koramil Zona II Motabuik, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan Kabupaten Belu.

Kegiatan Pelatihan Wira Usaha Sanitasi dalam Program STBM – GESI di Kabupaten Belu ini telah berlangsung dari tanggal 4-8 November 2019, dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan bagi Anggota Koramil dan Ibu-Ibu Persit yang ada diwilayah Koramil 1605-01 Kota Atambua Zona II Motabuik, serta karyawan Puskesmas Atambua Selatan. Bahan yang digunakan dalam pelatihan Wirausaha Sanitasi dalam Program STBM – GESI yakni semen biasa, pasir, semen putih dan kalsium.

Koordinator Wirausaha dan Sanitasi dari Pijar Timur – Suwardi menyampaikan bahwa pelatihan wirausaha sanitasi ini merupakan Kerjasama Kemitraan Yayasan Plan Internasional Indonesia dengan Yayasan Pijar Timur Indonesia, TNI, Pemerintah Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka, yang pesertanya adalah calon–calon wirausaha sanitasi dari tukang-tukang yang ada didesa, dan melibatkan peserta dari perwakilan kecamatan, puskesmas, anggota babinsa dan ibu–ibu persit.

“ Pelatihan yang diberikan adalah cara pembuatan kloset, cara pembuatan kloset dari fiber, serta kresasi terhadap produk –produk lain, kedepannya saya berharap akan tumbuh ukm–ukm baru diwilayah Kabupaten Belu dan Malaka, sehingga hasil produk ini bisa di jual dan bisa dikembangkan melalui bumdes dan kewirausahaan lainnya. Di Kabupaten Belu dibagi 2 Zona yaitu Zona 1 pelatihan di Kecamatan Lasiolat, Zona dua pelatihan di wilayah Koramil 1605-01 Zona II Motabuik Ini,” kata Suwardi.

Sementara itu, Salah satu perwakilan dari Puskesmas Atambua Selatan bagian sanitasi lingkungan masyarakat – Fridolino Bere Mau mengatakan sanitasi mampu memberdayakan masyarakat yang dilatih untuk terus berusaha dalam hal ini wirausaha sanitasi.

“ Menyiapkan wirausaha sanitasi untuk masyarakat sehingga yang dikeluhkan masyarakat bahwa membuat wc itu mahal, dan ternyata ada cara lain yang lebih murah untuk membuat sanitasi, serta mendukung program STBM yang dari Kementerian sampe Puskesmas, masyarakat sadar akan lima pilar yakni stop membuang air sembarangan, dan empat pilar lainnya. Hal ini dilakukan untuk lebih menyadarkan masyarakat akan kepemilikan wc,“ tandasnya.

Anggota Babinsa Koramil 01 Belu – Nyoman Setiawan juga menyebutkan bahwa pelatihan wirausaha sanitasi dalam program STBM ini meliputi pembuatan kloset, pembuatan master kloset, kegunaannya yakni untuk militer dapat dimanfaatkan dalam kegiatan karyabakti, sanitasi, jambanisasi, dan untuk pribadi sendiri bisa di manfaatkan untuk wira usaha dirumah, dan prakteknya sudah dibuat pemasangan kloset di 3 titik yaitu di RT 13 dan RT 12.

“ Saya berharap kegiatan pelatihan ini terus dilanjutkan dan setelah mengikuti kegiatan ini peserta bisa memperoleh satu alat cetak untuk di buat contoh dalam pembuatan kloset,” kata nyoman.

Berita /Foto: Asih Mukti & Bene Luan

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.