PELATIHAN PEWARNA ALAM

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU–Kamis, (07/02) Cis Timor bekerja sama dengan Dekranasda Kabupaten Belu menggelar Pelatihan Pewarna Alam Tenun Ikat. Pelatihan ini menggunakan pewarna alam yang ada di sekitarnya bertempat di Dusun Nanaeklot, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk dan anak

Pelatihan ini di ikuti oleh kelompok Tenun Ikat Neon Ida Laran Ida sebanyak 15 orang yang latar belakangnya sebagai ibu rumah tangga. Sebelum di lakukan pewarna adapun cara-cara yang dilakukan terlebih dahulu yakni: perminyakan benang di rebus dengan air mendidih, hingga lilin yang ada dibenang di larutkan dan keringkan benang, lalu di jemur hingga benang setengah kering setelah itu siapkan kemiri, kunyit (red)

Gambar mungkin berisi: tanaman dan makanan

Selain kain tenun ada juga souvenir-souvenir cantik yang di kerjakan oleh kelompok Souvenir Korner Neon ida Laran Ida. Souvenir dari batok kelapa kering bisa di jadikan sebagai tempat permen, kalung, gantungan kunci model ikan, lopo, dan juga sebagai tempat pulpen, proses pembuatannya bisa mencapai 2 hari. Adapun souveneir dari Kayu Jati dan Mahoni yang bisa di jadikan, sebagai tihar, tempat tisu, dan Lambang Daerah Kabupaten. Dengan harga yang terjangkau sekitar Rp. 25.000,- dan tihar dengan harga Rp. 120.000,- hingga Rp. 250.000.- adapun lukisan dari pasir laut dari tiga jenis warna yakni putih kecoklatan, abu-abu dan hitam (pasir bersih).

Ibu Ketua Dekranasda, Ny. Viviawati Ng, Lay mengatakan “bahwa Kita dari Dekranasda Belu, sekaligus sebagai narasumber dalam kegiatan yang difasilitasi oleh LSM CIS Timor, yang mana sasaran kami adalah ibu rumah tangga, anak-anak muda dan para penyandang disabilitas, kami memberikan pelatihaan pewarna alam, yakni dengan menggunakan bahan-bahan alami yang di peroleh di sekitar lingkungan. Karena silawan merupakan desa yang terletak diperbatasan langsung dengan Negara Timor Leste dan melihat banyaknya kunjungan yang datang sehingga para ibu- ibu bisa mengambil kesempatan untuk meningkatkan perekonomian keluarga salah satunya adalah melalui tenunan. Harapan kami kedepannya anak-anak muda harus lebih bersemangat dengan salah satu pelatihan soufenir. Dan setiap tamu bisa membawah pulang hasil karya dari Belu,” ujarnya.

Gambar mungkin berisi: sepatu dan luar ruangan

“Kegiatan pelatihan pewarna bagi ibu-ibu rumah tangga tersebut adalah salah satu bagian dari program suara pemuda perbatasan di mana program ini berada pada tiga titik Desa Silawan, Desa Nanaenoe, dan Desa maumutin. Dengan alasan tiga Desa ini merupakan desa yang berada di pintu gerbang perbatasan antara negara Republik Indonesia dan negara RDTL-Timor Leste, serta dapat meningkatkan kapasitas orang muda dan menambah perekonomian masyarakat setempat. Jadi orang muda harus mempunyai kreatifitas. Sebab Desa Silawan merupakan daerah pariwisata, yang mana diketahui sebagai desa yang memiliki keterampilan menenun dengan pewarna alam yang sudah berhasil, dan soufenirnya memiliki perubahan peningkatan dalam penjualan. Souvenir tersebut juga bisa di jadikan sebagai cendera mata ketika wisatawan/orang berkunjung ke kabupaten Belu,”Ungkap Deonata Moreira Staf Pendamping Cis Timor.

Hadir dalam kegiatan pelatihan ini Kepala Bidang Pegembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
#kominfobelu
#Cis_Timor
#pariwisatakab_belu
#ekonomikreatif
#pelatihanpewarnaan
#atambua
#atambuakotaperbatasan
Vivi Ng
.
.
.
Foto/Berita: Auxiladora & John Dasilva

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.