PELATIHAN KONVENSI HAK ANAK DAN SEKOLAH RAMAH ANAK BAGI TENAGA PENDIDIK

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU–Selasa (22/10), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak Kabupaten Belu bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Belu, LSM Pemerhati Anak (Save The Children dan LPPA mitra Chlidfund) Kabupaten Belu mengadakan Pelatihan Konvensi Hak dan Sekolah Ramah anak Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Tingkat Kabupaten Belu Tahun 2019, berlangsung di Gedung Wanita Betelalenok Atambua.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, teks

Sekolah Ramah anak merupakan satuan pendidikan Formal, non formal dan informal yang aman, bersih dan sehat peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainya serta mendukung partisipasi anak terutama dalam mendukung perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di pendidikan.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, dalam ruangan

Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH dalam arahannya mengatakan didalam kehidupan sehari – hari kenyataan sekarang masih banyak sekali terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak, untuk itu Pemerintah Kabupaten Belu melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) telah ada di Kabupaten Belu untuk memfasilitasi, melindungi Perempuan dan anak dari kekerasan. Jika P2TP2A Mendapatkan informasi terkait adanya Kekerasan terhadap perempuan dan anak maka saya meminta untuk melakukan penanganan dengan segera.

” Hari ini kita berkumpul bersama untuk membicarakan atau melahirkan pikiran -pikiran untuk bagaimana anak itu bisa dilindungi dengan baik,” ucapnya.

Gambar mungkin berisi: 11 orang, orang duduk

Selain itu Bupati juga mengharapkan dengan hadirnya narasumber dari kementerian ini dapat memberikan kita satu wawasan berpikir yang baru. Bupati juga berpesan kepada para pengajar agar jangan takut untuk mendidik anak, namum mendidik bukan dengan cara kekerasan.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Belu – Drg. Joice Manek mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka kabupaten layak anak, yang merupakan salah satu program dari RPJMD Kabupaten Belu, salah satu indikatornya sekolah ramah anak. Untuk sekolah ramah anak Para pendidik harus mendapat pelatihan tentang konvensi hak anak, dalam konvensi anak itu bagaimna anak – anak harus dilindungi .

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan dalam ruangan

” Tujuan dari pelatihan ini agar para pendidik bisa memahami tentang itu konvensi hak anak dan sekolah ramah anak ,” tandasnya.

Kadis menambahkan diawal akan ada 60 sekolah yang nantinya akan menjadi sekolah ramah anak, dengan berjalannya waktu diharapkan seluruh sekolah di Kabupaten Belu akan menjadi sekolah ramah anak dari tingkat Paud sampai SMP, sehingga para orang tua tidak kuatir menitipkan anak-anak disekolah.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk, pakaian dan dalam ruangan

Pelatihan Konvensi hak anak dan Sekolah Ramah Anak ini diikuti oleh masing-masing perwakilan pengajar dari tingkat Paud, TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Belu.

Hadir sebagai Narasumber dalam pelatihan ini yakni dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia – Dr. Ir. Iwan Setyawan, ST., MT.

Foto/Berita: Anna Ukat & Cransen Fontes

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.