OBYEK WISATA PATUNG BUNDA MARIA AKAN DISERAHKAN PADA SALAH SATU TAREKAT UNTUK DIKELOLA

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Jumat (12/01), Setelah selesai ditata secara baik, kawasan wisata religi Patung Bunda Maria yang terletak di Teluk Gurita, Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu akan diserahkan kepada salah satu tarekat untuk mengelolahnya. Hal ini disampaikan Bupati Belu di sela-sela kegiatan pengresmian Tiga buah Rumah Suku Kaliduk, Jumad (10/01), di kawasan obyek wisata Teluk Gurita.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berdiri, samudera, langit, luar ruangan, alam dan air

Dikatakan, Saat ini pembangunan fisik Patung Bunda Maria sudah selesai seratus persen, namun perlu penataan lanjutan landscapenya dan ini perlu tambahan anggaran.

“Dalam Tahun anggaran 2020 Pemerintah telah mengalokasikan tambahan anggaran sebesar sembilan miliar lebih untuk penataan lokasi sekitar Patung Bunda Maria, dan telah disetujui DPRD Belu. Setelah selesai ditata akan diserahkan pada salah satu tarekat atau suster-suster yag telah berpengalaman dalam menangani obyek wisata Rohani untuk mengelolahnya,” jelas Bupati Wiily.

Terkait tarekat mana yang akan mengelolahnya, orang nomor satu di Kabupaten Belu ini mengatakan akan dibicarakan terlebih dahulu dengan yang mulia Uskup Atambua – Mgr. Dominikus Saku, Pr.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri, pohon, anak, celana pendek dan luar ruangan

“Pemerintah akan meminta masukan dari Bapa Uskup Atambua sebelum menentukan pihak yang akan mengelola kawasan obyek wisata Rohani patung Bunda Maria ini. Selain masukan dari bapa Uskup, Pemerintah juga akan mendengar masukan dan tanggapan dari masyarakat terkait rencana ini,” tegasnya.

Pembangunan Patung Bunda Maria dengan anggaran Enam Belas Miliar lebih ini sebelumya sangat ditentang oleh beberapa kalangan masyarakat, namun Puji Tuhan pembangunan patung yang ditatahkan di atas sebuah bangunan gereja di atas bukit Teluk Gurita ini akhirnya rampung dikerjakan setelah mendapat ijin Ketua dan Anggota Suku Kaliduk yang mengklaim sebagai pemilik dari kawasan tanah ulayat tersebut.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, mobil dan luar ruangan

Kawasan Patung Bunda Maria ini untuk sementara waktu akan terus dibuka bagi para pengunjung atau peziarah dan akan ditutup lagi apabila hendak dilakukan pekerjaan lanjutan penataan kawasan obyek wisata religi ini.

Sejak dibuka tanggal 24 Desember 2019 sampai dengan saat ini tercatat kurang lebih dua puluh ribu lebih peziarah telah berkunjung untuk melihat dari dekat Patung Kebanggaan Umat Katolik Keuskupan Atambua ini.

Berita/Foto: Sipri Luma & Dion Luan

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.