MEMILIKI WEBSITE DESA BUKANLAH SESUATU YANG SULIT

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB.BELU—Jumat (29/03), Memiliki dan mengelola website desa sebagai media penyebarluasan informasi publik dan sistem informasi sebagaimana disyaratkan UU. No 6/2014 tentang Desa, bukanlah sesuatu yang sulit, sepanjang masing-masing pihak dan para stakeholder memberikan dukungan sesuai kewenangannya. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Belu, Johanes Andes Prihatin, SE.,M.Si, dalam Sosialisasi Pengembangan Infrastruktur dan Teknologi Melalui Pemanfaatan Jaringan Internet dan Website Desa kepada para Kepala Desa se-Kabupaten Belu yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Belu.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, termasuk Johanes Andes P

Pada kesempatan itu Kadis juga meminta kesediaan para kepala desa untuk menyiapkan personil di desa sekaligus membiayai operasional pengelolaan website desa.

“Sepanjang sesuai dengan aturan perundang-undangan, saya harapkan agar kita semua dapat mendukung program yang baik ini. Kita berbagi tugas. Kami, Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Belu menyiapkan dukungan teknis dan segala aspek teknis lainnya seperti hosting, penyiapan laman dan penyiapan tenaga ahli, sementara pemerintah desa menyiapkan personil yang akan bertugas sebagai admin. Kami akan memberikan pelatihan teknis kepada para admin tersebut,” ungkap Kadis pada sosialisasi yang dibuka oleh Wakil Bupati Belu Drs. J. T. Ose Luan pada Kamis (28/03) bertempat di Lantai 1 Kantor Bupati Belu, Atambua.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk

Dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Belu, Djitro D. Muskanan, S.Sos menyampaikan bahwa untuk mendukung website desa, pemerintah secara bertahap akan memenuhi permintaan masyarakat terkait akses telekomunikasi dan internet, terutama di desa-desa yang belum terjangkau. Dari 12 kecamatan dan 69 desa di Kabupaten Belu, masih terdapat beberapa desa di perbatasan RI-RDTL yang belum mendapat akses internet. Ini merupakan prioritas kita. Selain desa perbatasan, terdapat juga beberapa desa di Kecamatan Raimanuk yang masih belum terjangkau akses internet.

“Raimanuk ini bukan kecamatan perbatasan negara, tetapi masuk kategori tertinggal, sehingga tetap akan kita usulkan ke Kementerian Kominfo RI untuk mendapatkan bantuan internet dan perluasan jaringan telekomunikasinya,” ungkap Djitro.

Salah seorang Pandu Desa Broadband yang turut hadir dalam sosialisasi tersebut, Suri Lebo Eduardus turut memberikan pehaman kepada peserta yang hadir akan pentingnya keberadaan website desa.

Gambar mungkin berisi: Suri Lebo Eduardus, berdiri, duduk dan dalam ruangan

“Melalui website desa, Kepala Desa dapat mempublikasikan semua aktivitas tata kelola desanya sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Selain itu, kita dapat mempromosikan semua potensi desa yang kita miliki dengan jangkauan yang lebih luas, kerena website desa dikelola secara berjejaring dalam suatu platform yang diinisiasi oleh Kementeriam Kominfo RI. Dengan demikian, seluruh desa di Indonesia akan senantiasa terhubung sepanjang desa tersebut memiliki website desa. Ini sesuatu yang bagus sebagai sarana koordinasi dan pertukaran informasi antar sesama kepala desa,” lanjut Pandu Desa Broadband Duarato, Kec. Lamaknen ini.

Sosialisasi ini dihadiri oleh 52 dari 69 Kepala Desa yang diundang, meliputi 9 Kecamatan dimana 8 Kecamatan diantaranya merupakan Kecamatan yang berbatasan darat dengan Negara Republic Democratic Timor Leste.

Foto/Berita: Anna Ukat & Jun Naibuti.

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.