MASYARAKAT SEJAHTERA JIKA ADA SINERGITAS ANTARA PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (20/03), Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tingkat Provinsi NTT Tahun 2019 di Atambua, Kabupaten Belu, Kabupaten yang berbatasan darat dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan orang berdiri

Pelaksanaan Rapat Kerja Daerah ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Program KKBPK di Jakarta, kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan masyarakat sejahtera melalui program KB.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutan yang dibacakan oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH mengatakan, pelaksanaan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga dilaksanakan untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera, selain itu juga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga di Provinsi NTT. Oleh karena itu, perlu adanya komitmen dan kepedulian serta menyamakan persepsi antar semua komponen demi menekan angka kemiskinan di NTT.

Gubernur NTT, menambahkan tema yang diangkat pada kegiatan RAKERDA Tahun 2019 yaitu “Meningkatkan Sinergitas Implementasi Program Kerja Pusat dan Daerah Dalam Mewujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang dan Berkualitas,” kaitannya dengan tema yang diusung ini perlu adanya sinergitas yang kokoh antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam mewujudkan NTT bangkit dan bersinar.

Selanjutnya Gubernur NTT menjelaskan permasalahan utama kependudukan di Indonesia dan NTT, yaitu jumlah dan pertambahan penduduk yang meningkat, kualitas SDM yang rendah dan persebaran penduduk yang tidak merata. Menyikapi persoalan yang ada di NTT, upaya yang telah dan terus dilakukan oleh Pemerintah adalah dengan perencanaan pengendalian kehamilan dan kelahiran serta peningkatan kualitas penduduk melalui Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga. Keberhasilan program KB ada kaitannya dengan penekanan angka kemiskinan dan Angka Kematian Bayi.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berdiri dan dalam ruangan

Pada kesempatan yang sama, Bupati Belu Willybrodus Lay,SH juga mengatakan, di Kabupaten Belu telah dicanangkan 36 kampung KB, dikarenakan banyak desa yang masih tertinggal dan termiskin. Untuk itu, Bupati menghimbau kepada semua kompenen untuk bersinergi antar seluruh unsur untuk bersama memberantas persoalan kemiskinan yang terjadi di NTT.

Selanjutnya ditempat yang sama, Inspektur Utama BKKBN Pusat, Drs. Agus Sukiswo menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang begitu besar kepada Gubernur NTT dan jajaran Pemerintah Provinsi yang telah memberikan dukungan penuh atas terlaksananya kegiatan Rakerda di Atambua, Kabupaten Belu. Program KKBPK sebagai salah satu program penting dan berperan untuk meningkatkan pembangunan kependudukan keluarga berencana.

Lebih lanjut, Inspektur Utama BKKBN Pusat menyampaikan indeks pembangunan keluarga saat ini dan pembangunan ketahanan kesejahteraan keluarga Indonesia sangat baik barometernya dan telah dicantumkan dalam rancangan RPJMN 2020 – 2024.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berdiri dan orang di panggung Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri

Pada kegiatan Rakerda ini juga dilakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) tetang Program Pembangunan Keluarga dalam Perspektif Agama Kristen antara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT dengan Ketua Sinode GMIT Kupang. Selanjutnya Penandatanganan Kesepakatan Kerja Program KKBPK Tahun 2019 antara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT dengan Kepala Dinas KB Kabupaten Sikka.

Foto/Berita: Norci Man & Jun Naibuti

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.