KUNJUNGAN WANTIMPRES KE KECAMATAN LAMAKNEN

youtubeinstagram

KOMINFO KAB. BELU—SABTU (16/02), Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden (WANTIMPRES) Republik Indonesia, Mayor Jenderal Purnawirawan I Gusti Kampian Manila didampingi Wakil Bupati Belu, Drs. J. T. Ose Luan melakukan kunjungan kerja ke Desa Dirun dan Desa Kewar Kecamatan Lamaknen.

Gambar mungkin berisi: 6 orang, orang berdiri dan luar ruangan

Tempat pertama yang di kunjungi rombongan Wantimpres bersama Wakil Bupati Belu adalah Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen. Kunjungan ini dalam rangka untuk mendengar dan menghimpun informasi tentang permasalahan yang di alami masyarakat dari berbagai aspek kehidupan.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, tabel dan luar ruangan

Dalam kunjungan tersebut masyarakat berdialog dengan sekretaris Wantimpres RI dan Wabup Belu yang membahas tentang permasalahan yang di alami masyarakat Desa Dirun seperti akses jalan, perekonomian dan pertanian.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan luar ruangan

Wakil Bupati Belu, mengatakan walaupun wilayah Desa Dirun memiliki kondisi tanah dengan kemiringan, tandus, kekeringan dan lahan kritis namun masyarakat tetap menanam berbagai tanaman pertanian dan perkebunan. Wakil Bupati juga menambahkan, meskipun wilayah Kabupaten Belu berada di perbatasan negara RI-RDTL, namun rasa nasionalisme tidak pernah luntur dan selalu di tanamkan rasa cinta NKRI.

Pada kesempatan yang sama pula, Penjabat Kepala Desa Dirun, Vinsensius Mau Sama, SH juga mengatakan luas wilayah desa dirun 19 km persegi yang di tempati 2.667 jiwa, dengan mata pencaharian sebagian besar adalah sebagai petani.

“Masyarakat di Desa Dirun sebagian besar bekerja sebagai petani, tanaman pertanian yang ditanam diantaranya seperti bawang, jagung, kacang tanah, kacang hijau dan kopi, yang merupakan komoditi utama adalah jagung, besarnya luas tanam di lahan kurang lebih 294 hektar,’’ ungkap penjabat Desa Dirun.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang tersenyum, luar ruangan dan makanan

Lanjut Penjabat Kepala Desa Dirun, yang menjadi kendala adalah masyarakat masih menggunakan pola tanam primitif, sehingga perlu adanya pendampingan dan banyak sentuhan, selama ini sudah dilakukkan pendampingan dari penyuluh pertanian tetapi belum maksimal hal ini di sebabkan SDM yang masih rendah.

‘’Melalui kunjungan Wantimpres Pemerintah dapat memberikan bantuan teknologi berupa mesin pengering, perontok jagung, untuk meningkatkan produksi pertanian,’’ harap Penjabat Kepala Desa.

Pada kunjungan di Desa Dirun Sekretaris WANTIMPRES memberikan bantuan berupa uang tunai untuk pengembangan usaha kelompok Simpan Pinjam Taleur.

.
.
.
Foto/Berita : Ria Mauk, Asih Mukti & Bentus Luan

Leave a Reply

Your email address will not be published.