KEMBANGKAN LAYANAN PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL, DINAS PERPUSTAKAAN BELU DISTRIBUSI 500 BUKU BACAAN KEPADA LAPAS ATAMBUA

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (24/07), Membaca buku merupakan hak setiap warga negara untuk menambah wawasan, pengetahuan bahkan keterampilan. Oleh karena itu, dalam upaya penguatan literasi dengan mengembangkan layanan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Kabupaten Belu mendistribusikan 500 ekslempar buku bacaan kepada Lapas Atambua.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang tersenyum, orang duduk

Pendistribusian 500 ekslempar buku ini secara simbolis diserahkan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Belu – Drs.Ludovikus Manu kepada Kepala Lapas Kelas IIB Atambua – M.Ridwantoro, Bc.IP, SH, M.Si berlangsung di Ruang Perpustakaan Lapas Atambua.

Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belu – Drs. Ludovikus Manu bahwa hal ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Kabupaten Belu dengan Lapas Atambua.

Bentuk kerjasama ini sudah dilakukan sejak Tahun 2018 lalu dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas literasi masyarakat melalui layanan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, duduk

“Ini merupakan tahapan kedua yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dengan mengembangkan layanan perpustakaan keliling dalam bentuk transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Ini adalah satu terobosan baru yang diterapkan Pemerintah Pusat, yang mana perpustakaan tidak lagi menjadi tempat membaca namun bertransformasi menjadi pusat belajar dan berkegiatan bahkan berinovasi,” ungkapnya

Ia mengharapkan agar buku – buku yang disalurkan ini dimanfaatkan dengan baik untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan juga keterampilan, sehingga bisa mensejahterakan masyarakat dalam hal ini warga binaan Lapas Atambua.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Atambua, melalui Kasubsi Registrasi dan Bimkemas, Tarsisius Neka, S.IP mengatakan melalui kerjasama ini sangat membantu pihak Lapas untuk menunjang program pembinaan yang diterapkan Pihak Lapas. Ada dua program pembinaan terhadap warga binaan yaitu pembinaan kemandirian dan pembinaan mental spiritual.

Gambar mungkin berisi: 1 orang

“Salah satu cara untuk merubah mental dan pikiran, kemudian menambah wawasan serta pengetahuan setiap orang hanya melalui gerakan membaca, karena itu, kehadiran buku – buku yang diberikan ini bisa menunjang kegiatan pembinaan bagi warga binaan di Lapas,” ujar Kasubsi Registrasi dan Bimkemas, Tarsisius Neka, S.IP, ketika diwawancarai usai kegiatan.

Buku – buku yang menjadi daya tarik warga binaan permasyarakatan ini meliputi bahan bacaan yang menyangkut kerohanian, keterampilan dan juga buku – buku Novel.

“ Setelah membaca buku – buku yang ada di perpustakaan ini banyak inovasi yang mereka peroleh seperti membuat berbagai kerajinan tangan dan hasil karya lainnya,” kata Kasubsi Registrasi dan Bimkemas – Tarsisius Neka, S.IP.

Salah satu Warga binaan Lapas yang saat itu berkunjung ke Perpustakaan Lapas Atambua, menyampaikan terima kasih dan bangga dengan Dinas Perpustakaan karena sejak kehadiran perpustakaan di Lapas Atambua ini dirinya memperoleh banyak ilmu pengetahuan dan wawasan.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, rumput dan luar ruangan

Untuk diketahui, bentuk kerjasama ini selain dengan Lapas Atambua, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Belu juga melakukan kerjasama dengan Pengadilan Negeri Atambua, Kodim 1605 Belu, Satgas Pamtas RI – RDTL Sektor Timur dan juga dengan beberapa Desa penerima manfaat yang ada di Kabupaten Belu.

Berita/Foto : Norci Man & Bene Luan

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.