KEKAYAAN BUDAYA MASYARAKAT PERBATASAN RI-TIMOR LESTE JADI POTENSI UTAMA PARIWISATA

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (27/3), Asdep Pengembangan Wisata Budaya Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Belu menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Wisata Sejarah dan Warisan Budaya bagi para Pelaku Sadar Wisata di Daerah Perbatasan RI-RDTL.

Bimtek yang dikemas dalam sebuah kegiatan pengemasan produk Wisata Sejarah dan Warisan Budaya ini dilaksanakan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata RI dengan tujuan meningkatkan peran serta pelaku pariwisata dalam pengembangan pariwisata sehingga tercipta produk wisata yang berdaya saing.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan dalam ruangan

Salah satu Pemateri dari Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi, Tradisi dan Seni Budaya Kementerian Pariwisata, Ary Hartanto mengatakan bahwa untuk mengembangkan sektor pariwisata, Tim dari Kementerian Pariwisata sedang menggagas perencanaan yang terintegrasi melalui pola perjalanan wisata berbasis budaya. Hal ini dilakukan melihat banyak kekayaan budaya dan sejarah di Indonesia khususnya di Daerah Perbatasan RI – RDTL. Oleh karena itu, kegiatan bimtek ini sangat penting untuk diaplikasikan dalam pengembangan pariwisata.

“Jadi, suatu produk wisata menjadi menarik dan unik jika semua paket wisata dikemas secara baik untuk menghasilkan satu atraksi pariwisata,”ujar Ary disela – sela kegiatan bimtek hari kedua, pada Rabu (27/03).

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan dalam ruangan

Kaitannya dengan potensi di Indonesia, Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi, Tradisi dan Seni Budaya Kementerian Pariwisata, Ary Hartanto mengakui, Negara Indonesia kaya akan kasana budayanya, cerita–cerita sejarah, tradisi dan berbagai potensi lainnya. Melihat hal ini, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata membuat terobosan baru dengan memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada para pelaku pariwisata bagaimana mengemas potensi wisata sejarah dan budaya yang menjadi suatu produk wisata yang dapat dikembangkan di daerah perbatasan.

“Potensi yang luar biasa di Kabupaten Belu dan Kabupaten sekitarnya, kita ketahui bersama adalah kita berbatas langsung dengan Negara Republic Demokratik Timor Leste, dimana masih satu cerita, darah dan satu tanah. Karna itu, melalui pola perjalanan wisata kita integrasikan potensi itu menjadi lebih utuh sehingga memperoleh nilai atau value lebih tinggi lagi dalam pengembangan pariwisata,”tutur Ary Hartanto.

“Melalui Bimtek ini, akan mendapatkan hasil dan komitmen bersama antara semua pihak dalam memajukan potensi wisata yang ada di Kabupaten Belu dan Kabupaten Sekitarnya,”tambahnya.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk, tabel dan dalam ruangan

Peserta yang hadir pada bimtek peningkatan kapasitas pengelolaan wisata sejarah dan warisan budaya ini berasal dari mitra kerja Pemerintah yang giat dalam dunia pariwisata di Kabupaten Belu, Malaka, TTU, TTS dan Kota Kupang.

Di tempat terpisah, Salah satu Peserta asal Kabupaten Belu yang giat dalam dunia Pariwisata, Romo Patris Sixtus Bere, Pr menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat karena melalui Bimtek ini kami sebagai pengiat Pariwisata termotivasi untuk menyusun strategi baru dalam pengembangan pariwasata.

“Potensi–potensi yang ada ini dijadikan sebagai produk wisata yang bisa dikembangkan menjadi satu produk menarik dan unik bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Kabupaten Belu dan Kabupaten sekitarnya,”tegas Romo Sixtus Bere, Pr.

Foto/Berita: Norci Man & Bene Luan

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.