INDONESIA DAN TIMOR LESTE JALIN PERSAHABATAN LEWAT PESONA INDONESIA 2019

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Sabtu(30/03) Bertempat di Kompleks Gereja Numbei, Pantai Macassar, Distrik Oecusse, Timor Leste, Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Timor Leste (KBRI Dili) menyelenggarakan Kegiatan Pameran dan Promosi Dagang, Seni Budaya dan Pendidikan yang bertajuk “Pesona Indonesia 2019”.

Gambar mungkin berisi: 21 orang, orang tersenyum, orang berdiri

Kegiatan Pesona Indonesia 2019 merupakan hasil kerja sama erat antara KBRI Dili dengan Pemerintah Wilayah Ekonomi khusus Oecusse, Pemerintah Daerah Kabupaten Belu dan Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Hal ini merupakan perwujudan komitmen untuk memelihara dan meningkatkan hubungan persahabatan, persaudaraan dan kerja sama yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Timor Leste serta meningkatkan kerja sama ekonomi, sosial budaya dan pendidikan antara kedua negara, khususnya Indonesia dan Timor Leste di wilayah–wilayah perbatasan.

Gambar mungkin berisi: 2 orang

Pesona Indonesia 2019 ini diisi dengan pertunjukkan budaya seperti seni tari, baca puisi, drama, seni suara dan musik antara lain oleh Gerson Oliveira dan Style Voice, tarian dan Fashion show oleh Dharma Wanita Persatuan KBRI Dili.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor Leste, Sahat Sitorus dalam sambutannya mengatakan sangat bahagia karena dapat menyelenggarakan kegiatan ini di Oecusse, di mana ikatan sosial budaya dan persaudaraan yang erat antar masyarakat dengan Indonesia masih sangat kental. Kita adalah dua bangsa yang diikat darah, tapi dipisahkan oleh sejarah. Tidak perlu disesali kerena itu adalah kehendak Tuhan yang harus kita isi. Ikatan ini menjadi modal yang kuat dalam upaya bersama membangun dan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan di wilayah perbatasan kedua negara.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri

‘’Kami lihat Distrik Oecusse memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Salah satunya dari segi konektivitas, yang mana di Oecusse telah dibangun bandara megah yang mampu mendukung perekonomian daerah dengan letaknya yang berbatasan langsung dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sehingga memudahkan akses terhadap perdagangan dan investasi dari Indonesia. Di samping itu, pantai dan keindahan alam Oecusse layak untuk dijadikan tujuan pariwisata. KBRI berharap, kegiatan ini mampu membuka mata peserta akan potensi dan keindahan yang dimiliki oleh Distrik Oecusse”, ungkap Dubes RI.

Terkait kerja sama antara kedua negara, KBRI menjelaskan Indonesia sebagai negara tetangga dengan negara Timor Leste terus berupaya menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan terus meningkatkan people to people Contact ( Hubungan perorangan) antara kedua negara. Membuka peluang kerja sama dagang, investasi serta untuk lebih mengenal satu sama lain dilakukan melalui pertunjukkan pameran, promosi dagang, seni dan budaya.

‘’Salah satu bidang kerja sama yang sangat penting adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), penyediaan berbagai pelatihan melalui kerja sama Selatan–Selatan. Indonesia juga sangat terbuka bagi pelajar Timor Leste yang ingin melanjutkan pendidikan di Indonesia, karena sesuai data dari Kementerian Ristek Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Indonesia saat ini terdapat 2.700 pelajar dari Timor Leste yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Indonesia. Jumlah tersebut, menempatkan Timor Leste pada urutan jumlah mahasiswa asing terbesar di Indonesia,’’ tandas KBRI dihadapan Deputi Otoritas Zeesm Raeoa Timor Leste Arsenio Paixoon Bano, Bupati Belu Willybrodus Lay, SH, Bupati Timor Tengah Utara (TTU) yang diwakili oleh Asisten Tiga, Pastor Paroki Numbei, Pe.Albino Marques, para Pimpinan BUMN, BUMS, tokoh adat serta tokoh masyarakat setempat.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, di panggung, berdiri dan lapangan basket

Pada kesempatan yang sama Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH dalam sambutannya mengatakan pemerintah Kabupaten Belu mengundang semua masyarakat Distrik Oecusse sewaktu–waktu datang ke Indonesia untuk terus menjalin persahabatan dan persaudaraan yang ada di Indonesia.

‘’Kegiatan ini harus sering kita lakukan, sehingga tali persaudaraan antara Indonesia dengan Timor Leste bisa kita pupuk bersama. Saya harap, kedepan apabila ada kegiatan yang sama di Indonesia kami mengundang seluruh masyarakat Oecusse untuk datang ke Atambua dengan membawa dokumen. Ini satu persaudaraan yang harus kita junjung bersama,’’ Ungkap Bupati Belu.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum, orang berdiri, orang di panggung dan anak Gambar mungkin berisi: 5 orang, keramaian

Untuk diketahui, Berbagai seni budaya yang ditampilkan merupakan bentuk kolaborasi yang baik antara Indonesia dan Timor Leste. Untuk memeriahkan acara juga diberikan door prize untuk pengunjung yang beruntung dari para sponsor.

Foto/Berita: Hengki Mao & Frans Leki

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.