HADIRNYA GPR TV UNTUK MASYARAKAT PERBATASAN

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Minggu (17/03), Tim jurnalis asal Government Public Relation (GPR ) TV melakukan Kunjungan ke wilayah Kabupaten Belu yang merupakan wilayah perbatasan langsung dengan Negara Timor Leste.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, luar ruangan

GPR TV ini merupakan salah satu Channel Televisi yang dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI. Hadirnya GPR TV di Negara Indonesia ini untuk menyebarluaskan dan mengakses informasi mengenai program – program Pemerintahan kepada seluruh masyarakat, terutama masyarakat yang berada di Daerah pelosok dan perbatasan.

Wartawan GPR TV yang melakukan kunjungan ini mengatakan kunjungan tim jurnalis ke wilayah Kabupaten Belu ini merupakan salah satu program dari Channel GPR TV yang bertugas untuk memberikan informasi – informasi tetang perkembangan masyarakat di wilayah perbatasan.

‘’Tujuan kami mengunjungi Kabupaten Belu ini untuk melihat sejauh mana perkembangan yang terjadi di Pelosok Daerah salah satunya di Kabupaten Belu kerena Pemerintahan sekarang ini memperioritas pembangunan di daerah – daerah yang menjadi wilayah Tertinggal, Terluar dan Terdepan atau 3 T,’’ tutur Nimas yang merupakan salah satu Reporter GPR TV, yang ditemui disela-sela peliputan di PLBN Motaain.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri dan dalam ruangan

Lanjut Nimas, sasaran kegiatan dari kunjungan ini adalah melihat pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain dan Jalan Sabuk Merah Perbatasan yang mana berdampak pada segi perekonomian masyarakat di sekitar perbatasan.

‘’ Hal utama kami mengunjungi perbatasan ini melihat sejauh mana dampak dari perkembangan PLBN dan jalan sabuk merah ini,” ungkapnya.

Selain dampak pembangunan infrastruktur tersebut, tim GPR TV juga memantau perkembangan jaringan telekomunikasi 4G di Kabupaten Belu, karena pembangunan infrastruktur saja tidak menjamin kemajuan suatu daerah, namun Telekomunikasi yang baik pun berpengaruh terhadap keberhasilan suatu daerah.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, pohon dan luar ruangan

Untuk mengoptimalkan pembangunan di perbatasan, Pemerintah Daerah dan Pusat harus selalu memperkuat kerjasama dan bersinergi, dengan demikian dampak pembangunan semakin nyata dan terus membuahkan hasil yang baik bagi peningkatan sumber ekonomi masyarakat di perbatasan khusunya Kabupaten Belu.

Untuk memastikan kemajuan di Kabupaten Belu, Tim Jurnalis yang melakkukan kunjungan selama kurang lebih tiga hari di wilayah perbatasan ini melihat secara dekat keberadaan Kolam Susuk yang menjadi salah satu destinasi wisata di Desa Dualaus, Kecamatan Kakulukmesak, PLBN Motaain, Masyarakat di Desa Silawan dan Desa Tulakadi Kecamatan Tasifeto Timur.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Ditempat terpisah Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH mengatakan bahwa hingga sekarang ini, Kabupaten Belu telah mengalami perkembangan yang begitu drastis dari tahun–tahun sebelumnya, hal ini dikarenakan adanya perhatian dan kepedulian dari Pemerintah Pusat yang langsung menyentuh kepada masyarakat di Daerah Perbatasan, seperti dampaknya pembangunan PLBN Motaain dan jalan sabuk merah perbatasan benar–benar meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

‘’ Saya mengharapkan selain pembangunan kedua infrastruktur tersebut, ada juga peningkatan pembangunan Bandara A.A. Bere Tallo Haliwen sebagai Bandara Internasional, sehingga dapat meningkatkan lagi kemakmuran masyarakat perbatasan,’’ ungkap Bupati Belu ketika ditemui diruang kerjanya, pada Senin (18/3).
Berita/Foto: Norci Man, Novita Bogar & Sipri Luma

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.