FESTIVAL TEBE TRADISIONAL BELU TAHUN 2019

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU— Kamis (04/ 07/19), Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Belu mengelar lomba Tebe Knanuk Rai Belu Nian lewat Festival Tebe Belu di halaman Plaza Pelayanan Publik Atambua Timor.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berdiri, lapangan basket, sepatu, malam dan luar ruangan

Kegiatan festival lomba tebe yang diikuti oleh sembilan Kecamatan yang ada di Kabupaten Belu ini dimaksudkan untuk menggali potensi budaya asli Belu yang sudah turun temurun diwariskan oleh leluhur bagi generasi masyarakat Belu yang ada di Kabupaten Belu yang hingga saat ini masih dilestarikan dan sangat dicintai oleh masyarakat Kabupaten Belu. Kegiatan perlombaan ini diselenggarakan bertujuan untuk mempromosikan dan mengembangkan serta memperkuat pertahanan budaya daerah yang adalah nyanyian dan tarian asli masyrakat Kabupaten Belu untuk menjadi daya tarik Pariwisata di kawasan batas Negara dan mengembangkan serta memperkuat pertahanan budaya dikawasan batas negara sebagai penunjuk jati diri dan identitas budaya bangsa di wilayah perbatasan RI – RDTL.

Bupati Belu Willybrodus Lay, SH, dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah kabupaten Belu mengucapkan terimakasih kepada para Camat yang telah menghadirkan para penari Tebe dalam event perlombaan Tebe dalam acara Festival Tebe knanuk tebe Rai Belu Nian.

Gambar mungkin berisi: 1 orang

“ Saya mengucapkan terimakasi kepada para camat yang sudah menghadirkan para penari Tebe untuk mengikuti perlombaan tebe dalam acara Festival Tebe Rai Belu ini, lewat budaya dan kesenian kita bisa memperkenalkan Kabupaten Belu Kepada Dunia luar, mari kita viralkan budaya leluhur kita, dan semoga acara ini terus berlanjut bila perlu melibatkan semua Desa dan Kelurahan yang ada di Kabupaten Belu,“ ungkapnya.

Selanjutnya Bupati Belu juga menyampaikan akan diadakan lagi kegiatan Festival Tari likurai di padang sabana Fulan Fehan jilid tiga yang akan di selenggarakan bulan Oktober 2019 mendatang, di sesuaikan dengan jadwal kerja Gubernur NTT, Victor B, Laskodat.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih

Peserta dari sembilan Kecamatan yang ambil bagian dalam Festival Tebe ini yakni : Kecamatan Lamaknen Selatan, Kecamatan Lamaknen, Kecamatan Raihat, Kecamatan Lasiolat, Kecamatan Tasifeto Timur, Kecamatan Atambua Kota, Kecamatan Atambua Selatan, Kecamatan Tasifetro Barat, dan Kecamatan Raimanuk.

Keriteria penilaian dalam perlombaan ini tebe ini berdasarkan keriteria yang telah ditetapkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Belu yakni, Sinopsis, Isi Pantun, Jumlah Ragam, Kekompakan, Penguasaan Panggung, Busana, Waktu, Keseriusan, Irama dan Teknik Vocal, serta Penjiwaan dalam melantumkan gerakan dan nyanyian tebe, yang di nilai dilihat dari Vokal terbaik, Atraksi terbaik, Busana terbaik dan dan favorit penonton.

Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang tersenyum, orang berdiri

Yang keluar menjadi juara Vokal terbaik dirai oleh Kecamatan Tasifeto Barat dengan Jumlah nilai 854 dengan nomor undian 08 mendapatkan uang pembinaan Rp. 2.500.000 rupiah dan piala, Atraksi terbaik diraih oleh Kecamatan Raimanuk dengan jumlah nilai 863 dengan nomor undian 07 mendapatkan uang Pembinaan Rp. 1.500.000 rupiah dan Piala, Busana tebe terbaik diraih oleh Kecamatan Lamaknen Selatan dengan jumlah nilai 853 dengan nomor urut 02 mendapatkan uang pembinaan Rp. 1.000.000 rupiah dan piala, favorit penonton terbaik diraih oleh Kecamatan Lasiolat dengan jumlah nilai 852 dengan nomor undian 09,mendapatkan uang pembinaan Rp. 1.000.000 rupiah. Dan yang akan mewakili Kabupaten Belu untuk mengikuti Festival tarian tebe ditingkat Provinsi yakni Kecamatan Tasifeto Barat.

Foto/Berita: Hengki Mao & Andi Luan

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.