DPKH BELU HIMBAU MASYARAKAT WASPADA BANGKAI TERNAK AYAM

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Senin (21/10), Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menghimbau masyarakat agar mewaspadai peredaran bangkai daging ayam yang dijual dengan harga murah kepada masyarakat. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesmavet dan Pemasaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu – Vinsent Y. Bere, S.Pt, MM.

Gambar mungkin berisi: 16 orang, orang tersenyum, orang berdiri, pohon, keramaian dan luar ruangan

Ayam ras pedaging (Broiler), atau sering dikenal dengan ayam potong sangat diminati oleh masyarakat dimana saja tak terkecuali di Kabupaten Belu. Keunggulan ayam boiler saat ini selain untuk konsumsi masyarakat juga dijadikan sebagai peluang usaha dalam meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Namun, perlu diwaspadai untuk masyarakat karena peredaran daging ayam broiler yang sudah mati atau bangkai ayam bisa terjadi dimana saja dan disekitar lingkungan tempat tinggal. Untuk menyikapi hal itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu berhasil menemukan dan mengamankan ternak ayam mati atau bangkai ayam di RT 27 Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan makanan

Atas nama Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu Vinsent Y. Bere, S.Pt, MM selaku Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesmavet dan Pemasaran menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belu agar tidak mengkomsumsi bangkai daging ayam broiler karena ternak ayam yang sudah mati beresiko terdapat virus dan bakteri dimana akan membahayakan kesehatan manusia.

Gambar mungkin berisi: 7 orang, orang duduk dan luar ruangan

“Karena itu, sekali lagi kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk membeli daging yang sehat, aman, utuh dan halal ditempat pembelian yang baik adalah di Rumah Potong Hewan (RPH) dan pemotongan unggas lainnya yang tersedia,” tegas Vinsen Y. Bere ketika diwawancarai usai tatap muka bersama masyarakat.

Ketika ditanyakan soal tindak lanjut dari Dinas terkait, dirinya mengatakan melalui Tenaga Lapangan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk terus melakukan penyuluhan tentang pentingnya mengkonsumsi daging yang sehat supaya masyarakat menjadi mengerti dalam mengkonsumsi makanan yang sehat.

“Intinya masyarakat jangan tergiur dengan harga yang murah, tetapi pilihlah daging yang segar dan halal. Karena, jika salah memilih kita tidak pernah tahu penyakit apa yang ada pada ayam dan bisa menularkan pada manusia,” tutupnya.

Gambar mungkin berisi: makanan

Hadir juga pada kegiatan tatap muka tersebut, Camat Kota Atambua, Sekertaris Lurah Fatubenao, Anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kab. Belu, Anggota Polres Belu, dan Pihak Puskesmas Kota Atambua.

Sementara itu, Camat Kota Atambua – Vinsensius Mau, ST, MT menjelaskan sehubungan dengan kejadian ini sudah terindikasi 3 RT di Kelurahan Fatubenao yaitu RT. 16, 27 dan 40 dengan jumlah KK sebanyak 24 KK mengkonsumsi daging ayam mati atau daging ayam yang tidak layak dikonsumsi yang dijual oleh oknum yang berhasil amankan oleh aparat gabungan Polres Belu, Sat Pol PP Kab. Belu dan pihak terkait lainnya.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, pohon, anak dan luar ruangan

“Jadi, sekitar kurang lebih 62 Kg daging ayam atau kurang lebih 100 ekor ayam mati yang berhasil kami tarik kembali dan diamankan. Untuk itu, harapan kita menjadi pengalaman bagi kita semua di Kab. Belu supaya mengkonsumsi daging yang layak secara higienis, artinya tidak membeli binatang/unggas yang sudah mati.

Sampai dengan berita ini diturunkan, kasus ini sudah ditangani oleh pihak Kepolisian Resort Belu.

Berita/Foto: Norci Man & Bene Luan

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.