DINKES KAB. BELU GELAR PERTEMUAN DISEMINASI HASIL ANALISIS AUDIT MATERNAL PERINTAL

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU–Kamis (21/11), Dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi Dinas Kesehatan Kabupaten Belu mengadakan pertemuan Diseminasi hasil Analisis Audit Maternal Perinatal kepada lintas sektor Tingkat Kabupaten Belu tahun 2019, berlangsung di Aula Nusantara II Atambua.

Pertemuan diseminasi hasil analisis audit maternal perinatal bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan analisis audit maternal dan perinatal dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator untuk menilai derajat kesehatan masyarakat. Tingginya angka kematian ibu dan angka kematian bayi memberikan gambaran masih rendahnya kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi di suatu daerah. Oleh karena itu pengukuran dan analisis kematian ibu dan bayi merupakan cara strategis dalam menilai pencapaian kinerja bidang kesehatan dan pembangunan umum lainnya.

Audit maternal dan perinatal sebagai salah satu upaya pencegahan sekaligus penerapan aturan untuk menurunkan resiko kematian ibu dan bayi, kegiatan audit ini berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan dengan pendekatan pemecahan masalah .

Sekretaris Daerah Kabupaten Belu – Drs. Petrus Bere mengatakan dengan adanya kegiatan Ini kedepannya dapat memperoleh rekomendasi yang tepat tentang bagaimana cara untuk menekan Angka Kematian Ibu dan bayi di Kabupaten Belu. Sekda juga berharap pertemuan ini dilakukan secara baik sehingga dapat menemukan jalan keluar untuk menekan angka kematian tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu–Theresia M. B Saik, S.K.M., M.Kes mengatakan bahwa Kami sudah mendahului diseminasi hari ini dengan mengkaji data – data kematian ibu maupun kematian bayi bersama tim pengkaji eksternal dari Provinsi yakni dokter Lorenz dan dokter Irene bersama tim audit maternal perinatal tingkat Kabupaten Belu.

” Dinas Kesehatan dan rumah sakit bersama-sama dengan tim pengkaji eksternal telah mengkaji penyebab – penyebab kematian ibu maupun kematian bayi sehingga dapat mencari apa penyebab kematian itu dan kemudian setelah dikaji dilakukan beberapa solusi diantaranya melakukan on the job, karena ternyata dari sisi kompetensi tenaga kesehatan belum cukup memadai . kemudian dokter Irene bersama dokter Lorenz melakukan on the job training di Puskesmas untuk bidan – bidan di sekitaran kota dan yang dianggap kompetensi nya kurang memadai,” ujarnya.

Kadis juga menambahkan sampai dengan sekarang untuk tahun 2019 kematian bayi 71 orang dan kematian ibu sudah 5 orang, dibandingkan tahun lalu untuk kematian bayi sangat meningkat sehingga ini juga menjadi catatan penting yang harus dilakukan oleh Dinas Kesehatan serta jajaran bersama OPD terkait, Camat , Desa dan lurah untuk bagaimana kita menekan kematian ibu kematian bayi sehingga pada tahun ini tidak ada lagi angka kematian.

Nara sumber pada Pertemuan Diseminasi yakni Pendamping AMP Provinsi Dr. Lorens David Paulus, SP.OG(K).ONK dan Dr. Irene K. L. A Davids, SP.A.

Foto/Berita: Anna Ukat & Sipri Luma

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.