” DIA HARUS SEMAKIN BESAR AKU HARUS SEMAKIN KECIL “

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU –Kamis (17-10-2019) Demikian sepenggal kalimat sebagai motto Imamat Romo Leonardus Edel Asuk, Pr dalam memimpin Perayaan Misa Syukur Imamat ke- 25 Tahun.

Perayaan Misa Kudus 25 Tahun Imamat yang dihadiri oleh Wakil Bupati Belu Drs. J. T. Ose Luan, Kepala Kejaksaan Negeri Atambua dan Bupati Malaka Dr. Stefanus Bria dan beberapa pimpinan OPD ini berlangsung dihalaman Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Laktutus.

Dalam khotbahnya Rm. Dr. Theodorus Asa Siri, Pr mengatakan perjalanan menjalani Imamat 25 Tahun banyak ditemui berbagai persoalan dan tantangan namun bagi sang Yubilaris itu persoalan dan tantangan yang dialaminya merupakan suatu perjalanan dalam panggilannya menjadi Imam Tuhan dalam melayani umat di Keuskupan Atambua.

Lanjut Romo Theo Yubilaris adalah sosok Imam Tuhan yang sangat menyenangkan dalam menghayati panggilannya, ia menjalani panggilannya sesuai dengan panggilan Abraham yang diceritakan dalam Perjanjian Lama, yakni dalam kesetiaannya ia mendirikan sebuah mezbah untuk mempersembahkan persembahan kepada Allah dalam kesetiaan. Sang Yubilaris dipanggil untuk menjadi Imam untuk melayani umat Tuhan yang ada di Keuskupan Atambua juga sebagai pendidik siswa di SMA Seminari Lalian dan Seminari Tinggi Tor Lo’o Damian Nenuk dalam membina pribadi – pribadi yang siap sebagai seorang Imam Tuhan. Dengan kesetiaannya dalam menghayati Imamatnya ia mendampingi dan mendidik orang muda untuk menjadi pribadi yang matang dan dewasa. Itulah persembahan sang Yubilaris kepada Allah.

Pada kesempatan yang sama tokoh umat dan tokoh masyarakat bapak Lino da Costa Maia mengungkapkan tentang sosok Romo Leonardus Edel Asuk yang adalah seorang putra dari Laktutus yang menjadi imam Projo.

” Sosok Romo Leonardus Edel Asuk adalah putra terbaik dari Laktutus yang berhasil dalam mempertahankan Imamatnya untuk mengabdi kepada Tuhan dalam tugas kerasulan, sehingga saat ini kita bersyukur bersama sang Yubilaris merayakan 25 Tahun Imamatnya,” Ungkap bapak Lino.

Lebih lanjut bapak Lino menghimbau kepada generasi muda untuk mengikuti jejak Yubilaris.

” Peristiwa hari ini merupakan suatu ajakan atau motifasi bagi generasi muda sehingga kedepannya mereka juga terpanggil untuk menjadi Imam, Bruder dan Suster untuk melanjutkan karya perutusan dalam mewartakan kemuliaan Allah ,” tandasnya.

Foto/Berita: Hengki Mao & Andi Luan

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.