CEGAH KEKERASAN TERHADAP ANAK DP3A BELU GELAR PATBM

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU-Rabu (21/2019), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Belu menyelenggarakan kegiatan Fasilitasi Kelompok Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) tahun 2019, di Desa Leosama, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 23 orang, orang tersenyum, orang berdiri

PATBM merupakan salah satu upaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dalam memberikan perlindungan terhadap anak berbasis masyarakat, berkualitas dan mandiri sebagai generasi penerus bangsa.

Dalam melaksanakan kegiatan tersebut. DP3A bekerja sama dengan semua komponen masyarakat, seperti tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas, PKK, kader/aktivis PATBM, Karang Taruna, Kepala Dusun dan Ketua RT/RW. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni dari tanggal 21 Agustus hingga 22 Agustus 2019 ini, di buka oleh Sekretaris Desa Leosama – Maria Leu Bere, S.IP.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, (DP3A) Kabupaten Belu – Dr. Joice Manek, M.MpH disela – sela kegiatan mengatakan, fasilitasi PATBM dilakukan sebagai upaya pencegahan untuk menghindari terjadinya kekerasan dengan tujuan membangun dan menguatkan norma anti kekerasan, meningkatkan kemampuan orang tua untuk mengasuh anak serta meningkatkan kemampuan anak untuk bisa melindungi dirinya dari kekerasan. Kadis berharap, malalui PATBM, masyarakat diharapkan mampu mengenali, menelaah dan mengambil inisiatif untuk mencegah dan menanggulangi permasalahan kekerasan terhadap anak yang ada di lingkungannya.

Gambar mungkin berisi: 6 orang, orang tersenyum, orang duduk

” Banyak kali kita lebih fokus pada penanganan kasus. Akan tetapi kasus yang kita tangani sering kali tidak optimal. Hal itu disebabkan karena sumber daya yang sangat terbatas sehingga melalui PATBM ini anak – anak terlindung dari kekerasan, diskriminasi dan kejahatan – kejahatan lainnya,” ungkapnya.

Salah satu peserta kegiatan fasilitasi kelompok perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat – Waldetrudis Lin mengakui, kegiatan PATBM ini sangat bermanfaat bagi desanya karena banyak hal yang diperolehnya mengenai Undang – undang perlindungan anak. Dirinya berharap, forum seperti ini perlu ada setiap tahun, sehingga masyarakat bisa mengetahui dan memahami tentang pentingnya pencegahan kekerasan terhadap anak.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan orang duduk

” Di desa kami SDMnya masih sangat rendah. Kami juga belum mengerti tentang hak – hak anak yang sebenarnya, sehingga kadang di desa kami banyak orang tua yang belum bisa mengakses anaknya untuk mendapatkan pendidikan. Kerena itu melalui kegiatan hari ini tentunya dapat membantu anak – anak dari usia dini hingga jenjang yang lebih tinggi semakin maju sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang duduk, orang makan, tabel dan dalam ruangan

Materi – materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menyangkut Selayang Pandang PATBM yang dibawakan oleh Kepala DP3A Kabupaten Belu – Dr. Joice Menek, M.MpH, Mekanisme upaya penanganan anak korban kekerasan dibawakan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak DP3A Kabupaten Belu – Maria Erni Ganggas, SH, Kebijakan Administrasi Kependudukan Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk dan Pelayanan Pencatatan Sipil dibawakan oleh Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Kabupaten Belu – Maksimus Mau Meta, SH dan Materi Profil Anak dibawakan oleh Kepala Seksi Data dan Informasi Anak DP3A Kabupaten Belu – Justina Kali Mau, S.Sos.

Berita/Foto: Frans Leki & Hengki Mao

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.