BUPATI BELU IKUTI MISA PEMBERKATAN KAPELA SANTO PAULUS DUARATO

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – KAMIS ( 16 / 05 ), Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH di dampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Belu Ny. Lidwina Viviawati Ng mengikuti perayaan misa pemberkatan Kapela Santo Paulus Duarato, bertempat di Kapela Santo Paulus Duarato, Dusun Wilis, Kecamatan Lamaknen.
Kedatangan Bupati dan Ketua Dekranasda Kabupaten Belu bersama rombongan di terima secara adat oleh masyarakat Desa Duarato dengan Hasehawaka (Sapaan adat) dan diiringi tarian likurai khas Belu. Usai penerimaan tamu, Bupati Belu didampingi Ketua Dekranasda serta rombongan diarak memasuki Kapela Santo Paulus Duarato.
Bupati Belu dalam sambutannya menyampaikan terimah kasih dan apresiasi yan setinggi – tingginya kepada para Donatur dan seluruh warga Desa Duarato maupun yang berdomisili di luar Desa Duarato yang dengan caranya masing – masing telah bersinergi dan salung mendukung untuk membangun sampai pada pemberkatan kapela yang kita selenggarakan hari ini. Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Desa Duarato untuk memulai Gerakan Seribu (Geser) yakni suatu gerakan untuk menabung setiap hari seribu rupiah untuk masa dapan anak – anak, untuk pendidikan dan kesehatan.
” Saya yakin seribu rupiah yang kita kumpul setiap hari suatu saat akan cukup untuk membuat pendidikan dan kesehatan yang baik, bahkan dapat membuat kapela semega ini,” Ungkapnya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Belu memiliki program – program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu Bupati meminta kepada masyarakat, baik yang berdomisili di Desa Duarato maupun di Desa Nualain untuk tidak mengharapkan bantuan dari program – program itu, tetapi masyarakat harus keluar dari persoalan, yakni harus bisa hidup mandiri secara baik.
” Kita harus berubah, baik pendidikan maupun kesehatan. Karena melalui perubahan masyarakat akan bersinergis dalam mengatasi kekurangan,” Ujar Bupati.
Pelaksana pembangunan Kapela Santo Paulus Duarato, Florida Seran Tes dan Fransikus Asisi menuturkan, keinginan mereka membagun Kapela Santo Paulus Duarato ini semata – mata untuk mengenang kedua orang tuanya yang sudah banyak berjasa dalam kehidupan mereka.
” Kami berpikir apa yang bisa kami tinggalkan buat kelurga di Desa Duarato. Akhirya kami punya kinginan untuk membuat rumah Tuhan di Desa Duarato. Jadi, rumah Tuhan ini tidak saja untuk masyarakat suku purbelis, suku Sulimetan dan suku yang lain, akan tetapi untuk semua umat beriman yang percaya kepada Tuhan, sehingga dengan adanya rumah doa ini masyarakt semakin dekat dengan Tuhan,” Tutur mereka.
pemberkatan Kapela Santo Paulus Duarato, di akhiri dengan nyanyian dan tebe bersama.

Foto/Berita: Frans Leki & Hengki Mao

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.