BUPATI BELU – FORKOMPINDA TANDA TANGAN MOU P2TP2A

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU— Rabu(10/4), Bupati Belu Wilybrodus Lay, SH bersama unsur Forkompinda Kabupaten Belu melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama penyelenggaraan Pelayanan Terpadu bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan, di Aula Gedung Wanita Betelalenok Atambua. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) ini merupakan pusat kegiatan terpadu yang menyediakan layanan bagi masyarakat, terutama perempuan dan anak untuk tindak kekerasan, tujuannya untuk memberikan kontribusi terhadap keseteraan dan keadilan gender serta memfasilitasi kebutuhan perempuan dan anak korban kekerasan dalam memenuhi hak korban.

Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang berdiri dan orang duduk

Bupati Belu mengatakan, Pemerintah Kabupaten Belu sangat mendukung upaya pencegahan , rehabilitasi serta memberikan efek jera kepada pelaku, dan terkait pengoperasian P2TP2A Bupati mengharapkan harus mandiri tanpa campur tangan pemerintah.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, teks

‘’ Kita harus mempercayakan kepada ketua P2TP2A untuk bagaimana melakukan upaya pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Belu, termasuk pelayanan prima dalam menangani korban tindak kekerasan,’’ ujar Bupati Belu.

Sementara itu, Ketua P2TP2A Kabupaten Belu Ny. Lidwina Viviawati NG Lay berharap agar dengan penandatangan MoU ini dapat menjawab keluhan masyarakat yang selama ini mengalami hambatan ketika akan melakukkan visum. Dan dengan adanya MoU ini, pelaksanaan visum grastis.

Gambar mungkin berisi: 1 orang

‘’Dengan adanya Mou ini pelaksanana visum gratis bagi perempuan dan anak yang mengalami tindak kekerasan. Selain itu korban tindak kekerasan juga mendapat pendampingan hukum sehingga mereka merasa nyaman dan tidak mengalami trauma yang mendalam,“ ujar Ny. Lidwina Viviawati NG Lay.

Lebih lanjut ketua P2TP2A Kabupaten Belu menambahkan, pihaknya telah melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dan pemasangan baliho bertemakan stop kekerasan terhadap perempuan dan anak di kecamatan – kecamatan dalam upaya untuk menekan tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum

Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kabupaten Belu – Dr. Joice Manek mengakui kegiatan sosialisasi merupakan cara yang efektif untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat agar tidak melakukan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dr. Joice menilai penandatangan MoU ini berdampak positif terhadap upaya pencegahan dan pelayanan terhadap korban tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Belu Tahun 2011-2015 sebanyak 1015 kasus. Dengan perincian, tindak kekerasan terhadap perempuan sebanyaak 512 kasus dan tindak kekerasan terhadap anak sebanyak 303 kasus. Sementara pada Tahun 2018 jumlah kasusnya sebanyak 112 kasus dan Tahun 2019 kondisi hingga 10 April 2019 sebanyak 24 kasus Anak yang Berhadapan Hukum (ABH).

Foto/Berita: Asih Mukti & Bene Luan

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.