BUPATI BELU BERSAMA DANDIM 1605/BELU DAN KAJARI ATAMBUA PANEN LOMBOK DI DESA TOHE

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Selasa (08/08), Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH bersama Dandim 1605/Belu – Letkol. Inf Ari Dwi Nugroho dan Kepala Kejaksaan Negeri Atambua – Alfons Loe Mau memanen tanaman Lombok secara simbolis di lahan kelompok tani Maju Bersama di Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, perbatasan RI – RDTL.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri, tanaman, pohon, rumput, langit, luar ruangan dan alam Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang berdiri, gunung, tanaman, luar ruangan dan alam

Tanaman lombok yang dipanen secara simbolis di atas lahan seluas 17 hektar tersebut, merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah Kabupaten Belu dalam upaya mengembangkan potensi dan komoditas unggulan serta meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian di wilayah itu.

Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH usai panen lombok menghimbau kepada dinas terkait untuk melatih masyarakat membuat pupuk organik sehingga masyarakat tidak lagi tergantung pada pupuk kimia. Hal ini dimaksudkan agar para petani termotivasi dan terus bekerja sehingga lahan yang sudah disiapkan dapat di tanam sehingga dapat memberikan hasil yang baik bagi petani.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, luar ruangan

“ Pupuk organik yang tersedia cukup banyak dan sangat spesifik sehingga perlu dijaga dengan sebaik – baiknya agar tidak terkontaminasi dengan air. Tanamannya pun harus dipisah – pisahkan antara cabe biasa dan cabe organic sehingga pada saat penyiraman, tanaman tidak rusak,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Tani Maju bersama – Jose Dasanto Tilman mengakui dalam upaya pengembangan budidaya tanaman lombok, kelompoknya masih mengalami kendala berupa kekurangan sarana seperti alat semprot dan pupuk. Oleh karena itu, kedepan pihaknya berharap agar pemerintah terus mendukung upaya pengembangan budidaya tanaman ini sehingga produktivitas tanaman pertanian dapat meningkat dengan baik.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang duduk, topi, pohon, luar ruangan dan alam

“ Kelompok tani Maju Bersama dibentuk sejak Tahun 2002 dengan jumlah anggota sebanyak 20 orang. Dalam satu bulan, kami panen tiga kali. Uang dari hasil panen tersebut, kami gunakan untuk beli pupuk, beli alat semprot, sewa orang untuk petik dan kami gunakan untuk biaya anak sekolah,” ungkapnya.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berdiri, pohon, rumput, tanaman, langit, gunung, luar ruangan dan alam

Untuk diketahui, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu terus melakukan pendampingan kepada para kelompok tani di Desa Tohe menyongsong musim panen kedua tahun 2018 – 2019.
Berita/Foto: Frans Leki & Jhon Dasilva

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.