BPOM GELAR RAPAT INTENSIFIKASI PANGAN FORTIFIKASI NASIONAL DI DAERAH PERBATASAN

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Selasa (23/04), Wakil Bupati Belu Drs. J. T. Ose Luan membuka secara resmi Rapat Koordinasi Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi, Intensifikasi Pengawasan Pangan Fortifikasi Nasional, berlangsung di aula Hotel Nusantara Dua Atambua.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, teks

Rapat Koordinasi Rencana Aksi ini diselenggarakan oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan Kabupaten Belu yang bertujuan untuk menyamakan persepsi bersama Pemerintah Daerah yang ada di wilayah Kabupaten Belu terkait Intensifikasi Pengawasan Pangan Fortifikasi Nasional khususnya yodium pada garam.

Wakil Bupati Belu, Drs. J. T. Ose Luan mengatakan 4 sehat 5 sempurna didalamnya mengandung pasokan makanan yang baik untuk bayi dari dalam kandungan hingga dewasa. Melalui OPD terkait seperti Balai Pom, Perindag dan Opd–opd terkait untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui sosialisasi agar masyarakat selalu mengkonsumsi makanan yang sehat.

Gambar mungkin berisi: 1 orang

Melalui rencana aksi daerah ini berarti kita mempunyai rencana agar masyarakat kita ini dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung 4 sehat 5 sempurna tentunya dengan mengkonsumsi bahan pangan seperti pangan lokal yang ada di pekarangan kita.

Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Balai POM Kupang, Drs. Yosep Nahak, Apt. M.Kes mengungkapkan kegiatan ini dilakukan guna membangun koordinasi dan strategi bersama Pemerintah daerah untuk kembali menaruh perhatian pada masalah fortifikasi khususnya yodium pada garam.

Yosep menambahkan, ‘’Unsur yodium itu sangat berpengaruh pada kesehatan terutama pada kecerdasan, kita tidak menghendaki masyarakat kita mengkonsumsi garam yang tidak beryodium, karena salah satu makanan yang di fortifikasi adalah garam, melalui fortifikasi pada garam ini diharapkan masyarakat tercukupi akan kebutuhan asupan yudium’’.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum

Sangat diharapkan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi garam yang mengadung yodium, agar kebutuhan yodium dapat tercukupi. Banyak bahan makanan yang sudah di fortifikasi selain garam, terigu dan minyak goreng serta vitamin lainnya.
Salah satu nara sumber pada rapat koordinasi Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi, Intensifikasi Pengawasan Pangan Fortifikasi Nasional yakni Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Belu, IR.Florianus Nahak, dengan materi hasil pelaksanaan fortifikasi yodium pada garam dan alur proses pendaftaran Standar Nasional Indonesia garam beryodium di kabupaten belu .

Hadir juga pada rapat ini Koordinator Pos Pom Atambua Yafet Rambo, Perwakilan OPD terkait dan para Kepala Desa yang wilayahnya terdapat usaha industri garam.

Foto/Berita: Asih Mukti & Jhon Dasilva

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.