BNN KABUPATEN BELU GELAR BIMTEK PENGGIAT ANTI NARKOBA DI LINGKUNGAN SWASTA

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Kamis (27/06), Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Belu mengadakan Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Swasta dalam rangka Pelaksanaan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Atambua, Kabupaten Belu, Perbatasan Negara Indonesia – Timor Leste.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk, tabel dan dalam ruangan

Bimbingan teknis penggiat anti narkoba yang melibatkan instansi di lingkungan swasta ini dilakukan untuk mewujudkan lingkungan kerja bebas dan bersih tanpa narkoba. Selain itu juga, sebagai upaya yang dilakukan pihak BNN Kabupaten Belu untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kebijakan di dunia swasta untuk peduli dan sama – sama mengintegrasikan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kabupaten Belu. Demikian disampaikan Kepala BNNK Belu, Ferdinandus Bone Lau, S.Ip ketika menyampaikan arahan pada bimtek Penggiat Anti Narkoba bagi instansi swasta, Kamis (27/09/2019).

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan dalam ruangan

“Kehadiran Bapak – Ibu yang bekerja di instansi swasta ini sangat membantu kami untuk menyuarakan, menginformasikan akan pentingnya program P4GN dan untuk mengatasi peredaran narkoba, bukan saja tanggungjawab dari BNN namun akan menjadi tanggungjawab kita semua baik itu Pemerintah, swasta, masyarakat maupun dunia pendidikan untuk melakukan pemberantasan terhadap peredaran gelap narkoba,” tegas Kepala BNNK Belu.

Edi Lau yang akrap disapa ini menyebutkan, terkait dengan peredaran Narkoba di Kabupaten Belu hal yang paling rawan ditemui adalah bukan soal pengguna narkobanya tetapi kurir atau pengantar barang yang masih menjadi persoalan. Hal ini dikarenakan pemahaman yang sempit dan faktor kebutuhan ekonominya. Ia menambahkan melalui Bimtek ini seluruh peserta bisa menginformasikan kepada masyarakat untuk berhati – hati terhadap narkoba.

“Apa yang diperoleh pada bimtek ini, seluruh peserta bisa menginformasikan lebih lanjut kepada siapa saja, dimana saja dan kapan saja tentang narkoba tersebut karena hukumannya berat, aturannya hukuman seumur hidup, bahkan hukuman mati,” tandasnya.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang duduk, tabel dan dalam ruangan

Peran dan upaya BNN sebagai instansi vertikal yang bergerak di bidang P4GN tetap terus dilakukan dan ditingkatkan sesuai perkembangan yang terjadi di lingkungan masyarakat sehingga harapannya semua elemen yang terlibat berperan aktif sesuai caranya masing – masing untuk mewujudkan program P4GN bisa berhasil.

“Berbagai upaya sudah dilakukan pihak BNN untuk menginformasi pencengahan narkoba di Kabupaten Belu, tidak hanya di dunia swasta, dunia pendidikan, pemerintahan, bahkan di lingkungan masyarakat juga sudah dilakukan. Sehingga program P4GN ini didukung semua elemen,” tegas Kepala BNN Kabupaten Belu.

Kepala BNNK Belu juga menghimbau jika ada masyarakat yang mengetahui kasus penyalahgunaan peredaran gelap narkoba dapat langsung menghubungi BNNK Belu.

Berita/Foto: Norci Man & Sipri Luma

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.