ASN SEBAGAI PENGGIAT ANTI NARKOBA BAGI INSTANSI PEMERINTAH

youtubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Selasa (12/03), Dalam rangka pelaksanaan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), BNN Kabupaten Belu melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba bagi Instansi Pemerintah bertempat di Hotel Permata Atambua. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, dari tanggal 12 – 13 Maret 2019 ini di ikuti oleh utusan dari masing-masing OPD yang nantinya akan menjadi Penggiat Anti Narkoba sekaligus aplikator dalam Sistem Pelaporan Implementasi sesuai Inpres No. 06 Tahun 2018.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan orang duduk

Kegiatan yang bertemakan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan,dan Peredaran Gelap Narkoba) ini di hadiri oleh 4 orang nara sumber yakni Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Belu, Drs. Dominikus Mali dengan materi peran Pemerintah Kabupaten Belu Dalam Pelaksanaan Program P4GN, Kepala BNNK Belu, Ferdinandus Bone Lau, S.IP dengan materinya Kebijakan BNNK dalam Pelaksanan Program P4GN, Penyuluh Narkoba Ahli Pertama, Dominikus Bria Seran, S.Kep, dengan materinya Narkoba dan permasalahannya, dan Kasie Berantas BNNK Belu, Brigpol Buyung Tanjung dengan materinya Aspek Hukum Penyalahgunaan Narkoba.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, dalam ruangan  Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Dalam sambutannya Kaban. Narkotika Nasional Kabupaten Belu mengatakan bahwa rapat koordinasi Pemberdayaan masyarakat Anti Narkoba untuk Instansi Pemerintah Tingkat Kabupaten Belu dan peran serta Instansi Pemerintah dalam P4GN merupakan kegiatan lanjutan dari sosialisasi narkoba oleh BNNK Belu yang mana sudah dilaksanakan dan sudah dilakukan sebelumnya diberbagai tempat kepada masyarakat, pendidik serta pelajar dari tingkat bawah sampai tingkat tinggi / perguruan tinggi.

“Dengan adanya Bimtek yang mengikut sertakan ASN Lingkup Pemkab. Belu ini diharapkan agar seorang ASN harus bersih dari yang namanya Narkoba. Semakin banyak orang yang berbicara tentang narkoba dan permasalahannya, maka akan semakin banyak orang yang tau dan mengerti tentang bahaya narkoba itu sendiri. Saya yakin kita semua bisa menekan, bahkan kita bisa memberantas dan mencegah supaya jangan sampai terjadi penyalahgunaannarkoba di Kabupaten Belu ini,” tegas Kepala BNN Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, di panggung, berdiri dan dalam ruangan  Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk, tabel dan dalam ruangan

Kaban. Kesbangpol Kabupaten Belu, Drs. Dominikus Mali juga menyampaikan bahwa “urusan narkoba adalah urusan pemerintah pusat namun harus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, karena Pemerintah Daerah tersebut ada masyarakatnya, Dan OPD yang bertanggung jawab di dalam koordinasi ini adalah Badan Kesbangpol mewakili Pemerintah Daerah untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, dan lebih diperjelas lagi oleh PERMENDAGARI Nomor 21 Tahun 2013 Tentang Fasilitasi, Pencegahan, dan Penyalahgunaan Narkoba,” ungkap Kaban Kesbangpol.

Selanjutnya Kaban. Kesbangpol juga mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi dengan diadakannya bimtek bagi para ASN ini, karena nantinya para ASN tersebut akan menjadi penyuluh, teladan, dan juga sebagai regulator yang membuat regulasi-regulasi di daerah ini. Oleh sebab itu sebagai ASN perlu membentengi diri agar bersih dari narkoba.

Foto/Berita: Novita Bogar & Erwin Dacosta

Leave a Reply

Your email address will not be published.