FESPARAWI INDONESIA – TIMOR LESTE TUMBUHKAN PEREKONOMIAN DAN PERSAUDARAAN MASYARAKAT

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU — Selasa (19/11), Komitmen Pemerintah baik Pusat maupun Daerah untuk menumbuhkan perekonomian dan persahabatan masyarakat terus digalakan. Tidak saja melalui kegiatan yang bersifat kebudayaan, musik dan lain sebagainya, kini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI kembali menggagas salah satu kegiatan yang bersifat keagaaman yang dikemas dalam bentuk Festival Paduan Suara Gerejawi (Fesparawi) Indonesia – Timor Leste Tahun 2019. Perlombaan Paduan Suara Gerejawi tingkat Internasional yang menampilkan 17 Tim Paduan Suara ini difokuskan di PLBN Motaain, Desa Silawan, Kecamatam Tasifeto Timur, Wilayah Kabupaten Belu. Kabupaten yang langsung berbatasan darat dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste.

Gambar mungkin berisi: 8 orang, orang berdiri

Selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempererat hubungan bilateral, momen festival Paduan suara gerejawi ini merupakan sebuah peluang untuk meningkatkan kunjungan Wisman ke Negara Indonesia, momen ini juga mengenalkan destinasi pariwisata khususnya PLBN Motaain kepada Masyarakat Indonesia dan Timor Leste.

“ Tentunya event ini merupakan bagian strategis dari Kemenpar RI untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan Kemenpar berharap agar pengunjung yang menikmati momentum ini bisa terjadi transaksi ekonomi yang menghasilkan keuntungan tersendiri bagi masyarakat,” ujar Perwakilan Asdep Pemasaran I Regional III, Kementerian Pariwisata RI – Herbin Saragi.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri

Lebih lanjut, Herbin mengharapkan agar even ini dapat berjalan dengan lancar, dimana even ini adalah sebuah momen untuk memuliakan Tuhan karena lagu wajib yang dinyanyikan berjudul sungguh alangkah baik dan alangkah indah. Menurutnya Judul tersebut melahirkan Persaudaraan dan persahabatan antar kedua negara ini.

“Jadi, persaudaraan itu kita nyatakan dalam bentuk tingkah laku dan perbuatan kita sesuai dengan lagu yang dinyanyikan, dan peserta menjadi pelopor pembawa persaudaraan yang baik kedepannya,” tegas Herbin.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belu yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Belu – Johanes Andes Prihatin, SE., M.Si menyampaikan terima kasih karena event ini merupakan suatu modal yang baik untuk membangun kawasan ini, selain itu juga Pemerintah Kabupaten Belu mendapatkan manfaat yang luar biasa, dimana event – event ini meningkatkan target Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri

“ Jadi, kami sangat berterima kasih atas inisiasi yang dimulai oleh Kemenpar yang sudah menghadirkan even ini. Yang mana diuraikan even seperti ini pertama kali di dunia terutama crossborder di Motaain, tentunya hal ini akan memberikan peluang besar bagi Pemkab Belu dan NTT untuk meningkatkan kunjungan Wisman ke perbatasan,” imbuhnya.

Hadir dalam babak penyisian Festival Paduan Suara Gerejawi Tahun 2019 diantaranya Agen Konsulat Timor Leste di Atambua, Administrator PLBN Motaain, Kepala RRI Atambua, Perwakilan dari Keuskupan Dili – Padre Emanuel Leo Talok, Perwakilan Imigrasi dan Beacukai, TNI – Polri.

Berita/Foto : Norci Man & Andi Luan

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.