PEMUDA DI TAPAL BATAS PEDULI AKAN KELESTARIAN BUDAYA

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Senin (28/10), Ribuan pengunjung datang ke puncak Fulan Fehan, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, untuk ikut menyaksikan 1500 penari Likurai beraksi pada Festival Fulan Fehan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang di panggung, keramaian, langit, awan dan luar ruangan

Suasana Festival Fulan Fehan yang ke-3 ini tak kalah ramainya dengan tahun- tahun sebelumnya, yang mana tahun ini Festival Fulan fehan diadakan bertepatan dengan hari lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019. Banyak pengunjung yang begitu antusias ingin menyaksikan tarian kolosal Likurai ini.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, langit dan luar ruangan

Walaupun jarak yang ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan dari kota Atambua menuju kepuncak Fulan Fehan, namun hal ini tidak menyurutkan semangat mereka untuk dapat melihat dari dekat pertunjukan seni tari Likurai yang telah meraih Rekor muri pada tahun 2017 silam.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, berdiri, sepatu dan luar ruangan

” Saya merasa sangat senang dengan adanya acara ini, karena ini merupakan bentuk hiburan rakyat bagi masyarakat Kabupaten Belu dan sekitarnya. sebagai orang muda yang tinggal di perbatasan negara Indonesia dan Timor Leste, ini menjadi motifasi bagi kami anak muda agar tetap menjaga dan melestarikan budaya yang ada di Kabupaten Belu,” ucap Robby salah seorang pengunjung yang ikut menyaksikan acara ini.

Dirinyaa juga berharap agar di tahun 2020 nanti Festival Fulan Fehan ini tidak hanya menampilkan tarian – tarian saja namun juga dapat menampilkan atraksi-atraksi lainnya yang lebih kreatif dan membangun.

Gambar mungkin berisi: 17 orang, langit, keramaian, anak dan luar ruangan

Pengunjung yang datang kebanyakan berasal dari Kabupaten Belu, adapula dari TTU, Malaka, Kupang dan juga dari negara tetangga Timor Leste. Tidak hanya datang untuk menyaksikan Festival Fulan Fehan namun para pengunjung juga mengabadikan moment berharga ini dengan berselfi ria di tengah padan gurun Sabana yang indah.

Sementara itu Rini Ratu Dabo yang juga seorang pengunjung memberikan apresiasi bagi pemerintah Kabupaten Belu selaku penyelenggara dari kegiatan Festival ini.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, berdiri

” Terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu yang sudah mengadakan kegiatan ini, semoga ditahun yang akan datang kegiatan ini tetap terus di lakukan. Dan saya berharap kepada semua kita terutama kepada pemuda pemudi Kabupaten Belu agar bersama menjaga budaya yang ada ini sebagai bentuk rasa penghormatan kita bagi para leluhur”, harap Rini.

Berita/Foto: Novita Bogar, Jhon Da Silva & Agus Sila

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.