SOSIALISASI PENDIDIKAN PENCEGAHAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG(PTPPO)

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Selasa (29/10), Camat Kota Atambua – Vinsensius S. Mau, S.T., M.T, didampingi Ketua Yayasan Nusa Bunga Abadi (YANUBA) – Dra. Mien Hadjhon Pattymangoe membuka kegiatan sosialisasi pendidikan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) waspada perdagangan orang, berlangsung diaula Kantor Camat Kota Atambua.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk, anak dan dalam ruangan

Kegiatan ini boleh terlaksana atas kerjasama Yayasan Nusa Bunga Abadi (YANUBA) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabupaten Belu yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang upaya apa yang harus dilakukan tentang pencegahan tindak pidana perdagangan orang yang terjadi di wilayah Kabupaten Belu. Hadir dalam kegiatan ini Tokoh Masyarakat, Rt/Rw Serta Masyarakat.

Camat Kota Atambua – Vinsensius S.Mau, ST., MT mengatakan materi yang telah disampaikan oleh Ketua Yayasan Nusa Bunga merupakan hal-hal yang betul-betul praktis terjadi di masyarakat kita, terkait perdagangan orang, permasalahan latar belakang korban dan disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan dalam ruangan

” Saya melihatnya sosialisasi ini memang sangat penting dan kami hanya mengundang sebatas perangkat Desa, Kelurahan, Rt, Rw yang tidak mewakili seluruh masyarakat wilayah kota Atambua, tetapi harapan saya dengan hadirnya perwakilan masyarakat ini bisa disampaikan kepada masyarakat lainnya sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat kita kedepan,” pungkasnya.

Camat kota Atambua juga menambahkan dengan adanya traficking ini dampaknya akan sangat besar, dari kelurahan akan memikirkan reward dan panishsment.

Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang duduk

” Mungkin ketika ada masyarakat yang mengirimkan anaknya untuk bekerja keluar, dan tidak memiliki pembekalan yang cukup, ini perlu di berikan sangsi,” himbau Camat Kota Atambua.

Ketua Yayasan Nusa Bunga Abadi (YANUBA) – Dra. Mien Hadjhon Pattymangoe mengatakan kegiatan sosialisasi ini dilakukan karena maraknya perdagangan orang di NTT yang sudah sangat tinggi termasuk di wilayah Kabupaten Belu,

” Jadi diteliti kembali akar permasalahannya, apakah karena kemiskinan, oleh karena itu maka perlunya sosialisasi terus menerus sehingga orang tidak menginginkan untuk pergi keluar, pemerintah tidak melarang keluar negeri, asalkan pergi keluar memiliki latar belakang pendidikan dan keterampilan sehingga tidak memalukan dan menjadi masalah nantinya dikemudian hari. Selain itu juga tidak memalukan Pemerintah Daerah maupun pusat, karena ini merupakan salah satu Program dari Kemendikbud RI yakni progam pencegahan, jadi sosialisasi ini sangat penting bagi masyarakat,” harap Dra. Mien Hadjhon Pattymangoe.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan dalam ruangan

Ketua Yayasan juga berpesan Setiap orang punya hak untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi harus berpikir lagi kalau dampaknya itu merugikan baik keluarga, masyarakat dan pemerintah, mungkin sebaiknya kita hindari.

” NTT bukan miskin, bahkan berbagai upaya kita bisa hidup di Provinsi ini, kita kaya kok potensi hanya belum digarap secara maksimal untuk itu pemerintah harus menghidupkan pelatihan – pelatihan bagi masyarakat luas,” katanya.

Gambar mungkin berisi: 13 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan dalam ruangan

Materi yang diberikan dalam kegiatan sosialisasi yakni tentang waspada perdagangan orang dan ekspolitas. Pada kesempatan ini juga dilakukan pemutaran film dengan cerita pendek yang berjudul ‘’sonde jual diri ju bisa’’.

Berita/Foto: Asih Mukti & Anna Ukat

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.