TARIAN TIMOR LESTE RAMAIKAN FESTIVAL FULAN FEHAN

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Seini (28/10), Sanggar Loro Oan Timor Leste menampilkan tarian sejarah singkat pulau Timor bagian timur Timor Leste pada Festival Fulan Fehan di Desa Dirun Kecamatan Lamaknen.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, gunung, luar ruangan dan alam

Negara Timor Leste turut mengambil bagian pada Festival Fulan Fehan yang ke 3 di padang Fulan Fehan, dengan tarian yang ditampilkan yakni tarian Portugis Folklor, tarian Indonesia Nona Manis, Tarian Kore Metan, dan Sepuluh Ragam Likurai dari Timor Leste yang berasal dari Loro Sae, Loro Klaran dan Loro Monu.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, anak, luar ruangan dan alam

Perwakilan Sanggar Loro Oan Timor Leste – Pater Emanuel Lelo Talok Claretian Misionaris mengatakan Timor walaupun berbeda negara tetapi sesungguhnya mempunyai akar budaya dan leluhur yang sama, oleh karena itu mari kita bersama-sama melestarikan Likurai sebagai tarian paling unik sedunia di pulau Timor.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiri, gunung, langit, luar ruangan dan alam

Pater berharap Likurai jangan hanya dikembangkan di sekolah-sekolah saja namun dapat juga di kembangkan di masyarakat, kelompok maupun perhimpunan sehingga siapapun bisa merasakan bahwa tarian Likurai adalah spirit, suatu ragam yang di ulang-ulang seperti doa yang menyatukan, mengutamakan kerjasama, menghibur dan menciptakan kerukunan untuk masa depan yang jauh lebih baik.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum, anak, sepatu, luar ruangan dan alam

Penari Sanggar Loro Oan Timor Leste merupakan para mahasiswa dari Fakultas Kedokteran UNTL, grup Loro Sae, grup Loro Klaran dan grup Loro Monu.

Berita/Foto: Ria Mauk, Jhon Da Silva & Agus Sila

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.