RAKOR PENGUATAN ETALASE LOKASI PEMBERDAYAAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Rabu (23/10), Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan memimpin Rapat Koordinasi Penguatan Etalase Lokasi Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil, bertempat di Ruang Kerja Wakil Bupati Belu.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk, tabel dan dalam ruangan

Rapat Koordinasi Penguatan Etalase Lokasi Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil ini diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Kementerian Sosial Republik Indonesia bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Belu, yang bertujuan untuk mewujudkan pemberdayaan komunitas adat terpencil serta terciptanya iklim yang kondusif sebagai kerangka landasan pertumbuhan ekonomi dan untuk meningkatkan tanggung jawab pemerintah daerah dalam pemberdayaan KAT secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Dengan daerah sasaran yakni Dusun kain, Desa Maudemu, Kecamatan Lamaknen ini sebagai daerah percontohan atau etalase pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) di wilayah perbatasan.

Gambar mungkin berisi: 1 orang

Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan mengatakan Dusun Kain, Desa Maudemu ini merupakan salah satu desa yang jauh dari akses-akses tranportasi, pelayanan dan pendidikan, sehingga terbidik untuk menjadi sasaran program komunitas adat terpencil.

” Dengan adanya jalan sabuk merah kita harapkan bahwa masyarakat yang terisolir tersebut dapat memperoleh akses-akses baik transportasi, pendidikan, air minum, dan lain sebagainya, dengan terobosan Kementerian Sosial Republik Indonesia dengan menanggani daerah terpencil,” kata Wabup Ose Luan.

Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Lebih lanjut Wabup Belu juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Belu sangat mengapresiasi Pemerintah pusat atas perhatian yang diberikan.

” Secara program ditangani oleh lintas sektor, sehingga melalui rakor yang dilakukan ini dapat diperoleh keterpaduan antara berbagai OPD dalam memberikan perhatian dan saat ini dusun kain, desa maudemu ini ditetapkan sebagai rotasi daerah pembangunan komunitas adat terpencil, tetapi menjadikan maudemu menjadi daerah yang bisa dijangkau dengan berbagai hal,” ucap Wabup di akhir kegiatan.

Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Pada kesempatan yang sama Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Kementrian Sosial RI – Dr. La Ode Taufik Nuryadin, M.Si mengatakan ini merupakan salah satu model yang dibuat oleh Kementerian Sosial melalui komunitas adat terpencil, dan yang menjadi karakter Maudemu adalah letaknya di lokasi perbatasan negara, sehingga ini bisa menjadi inspirasi dalam pemberdayaan perbatasan negara yang lain, dan didaerah –daerah itu juga ada daerah KATnya.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Sementara itu, Dr. La Ode Taufik Nuryadin, M.Si juga mengatakan bahwa adanya kegitan ini adalah untuk menindak lanjuti program yang sudah ada sebelumnya, dan keadaan maudemu ditahun 2015 itu sangat pesat sekali setelah adanya pembangunan sabuk merah. Dengan adanya potensi yang sangat baik ini maka pemerintah pusat melihat kembali supaya masyarakatnya bisa siap, untuk menerima perubahan bukan hanya pada bidang infrastruktur tetapi juga masyarakatnya melalui bimbingan mental, spritual dan motivasi, serta infrastuktur pelan – pelan akan kita benahi lagi.

” Nah melalui konteks inilah menetapkan maudemu menjadi etalase atau percontohan sehingga kita mengajak OPD dilingkup Pemerintah Kabupaten Belu ini untuk bersama – sama sesuai dengan tugas dan fungsinya masing –masing untuk mengembangkan lebih lanjut dan menjadikan maudemu sebagai etalase percontohan bagi daerah lain,” tandasnya.

Gambar mungkin berisi: 9 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan dalam ruangan

Pada rapat koordinasi ini juga dilakukan diskusi bersama peserta rapat. Turut hadir dalam kegiatan ini yakni Kepala Dinas Perumahan Kabupaten Belu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Perwakilan Dinas Kehutanan Kabupaten Belu, serta Perwakilan dari Dinas Sosial Kabupaten Belu.

Berita /Foto: Asih Mukti & Sipri Luma

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.