AKIBAT ANGIN PUTING BELIUNG TIGA RUMAH WARGA RUSAK BERAT

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Senin (30/09), Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD) Kabupaten Belu, melakukan pendistribusian bantuan sembako bagi korban bencana angin puting beliung di wilayah Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua.

Gambar mungkin berisi: luar ruangan

Angin puting beliung yang terjadi pada hari Sabtu 28 September 2019 pada pukul 13:30 WITA ini mengakibatkan tiga rumah warga di kelurahan Fatubenao mengalami rusak berat. Bencana ini terjadi tepatnya di RT.31/ RW.01 atas nama Kalistru Parera, di RT.02 / RW.01 atas nama Yosef Frangky Manehat, dan di RT.32 / RW.01 atas nama Anita Dacosta.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Camat Kota Atambua – Vincensius Mau, ST,. MT mengatakan melihat bencana yang terjadi tepatnya di kelurahan Fatubenao ini, masyarakat setempat bergotong – royong memberikan bantuan dengan membangun rumah darurat seadanya yakni atap dan dinding dari seng, tetapi hari ini dari BNPBD Kabupaten Belu memberikan bantuan seperti sembako dan peralatan memasak serta tikar dan terpal.

Gambar mungkin berisi: sepatu dan luar ruangan

“ Saya atas nama Pemerintah Kecamatan Kota Atambua sangat mengapresiasi kepada teman–teman dari BNPBD Kabupaten Belu serta perhatian dari Pemerintah Kabupaten Belu, salah satu warga korban dari bencana ini yaitu bapak Kalistru Parera menderita penyakit kusta, dan dari Puskesmas Kota sudah melakukan pendekatan kepada korban atas penyakit yang diderita, dan ini memang perlu perhatian penuh baik dari Pemerintah Desa Kelurahan, Kecamatan hingga Pemerintah Kabupaten untuk menginvetarisir serta mengurus administrasi terkait KTP, KK dan terkait status tanah yang ada akan diurus melalui Dinas Sosial dan Dinas Perumahan agar bisa mendapatkan perumahan yang layak, kata Camat Kota Atambua.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan luar ruangan

Pada tempat yang sama, Kepala Puskesmas Kota Atambua – Dr. Vincentius Andri Leo mengatakan pasien atas nama Kalistru Parera salah satu korban dari bencana ini sudah ditangani oleh pihak Puskesmas dari beberapa tahun yang lalu, namun pasien ini seringkali menolak untuk minum obat dan selain menderita penyakit kusta dan kesehatan jiwa, rumahnya juga terkena musibah.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang berdiri, pohon dan luar ruangan

“ Jadi kami bersama promotor kesehatan lingkungan dan Pengelola program bersama bapak camat melakukan pendekatan agar si bapak ini mau minum obat dan penyakit kusta ini sebenarnya bisa sembuh kalau pasien rajin minum obat dan sebagai upaya pihak puskesmas akan membawa obatnya dan ada seorang ibu untuk membantu mengawasi dalam mengokonsumsi obat. Kami berharap bapak kalistru ini mau minum obat, agar bisa sembuh,” ungkap Dr. Vincentius saat mengunjungi rumah warga korban bencana.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiri, minuman dan luar ruangan

Sementara itu Kasie Kedaruratan pada BNPBD Kabupaten Belu – Joseph K. Laka, S.Sos mengatakan upaya yang dilakukan pihak BNPBD Kabupaten Belu adalah penangganan darurat dengan memberikan bantuan tanggap darurat, ada makanan siap saji, beras, tikar, terpal dan juga ada peralatan memasak. Terkait upaya mitigasi atau pengurangan resiko bencana kita sarankan kepada masyarakat supaya memperhatikan konstruksi bangunan, agar tetap kuat untuk menahan ketika terjadi situasi angin puting beliung maupun gempa bumi, dan potensi yang terjadi di Fatubenao ini adalah angin puting beliung, oleh karena itu diharapkan masyarakat selalu memperhatikan kontruksi pembangunan rumah.

Gambar mungkin berisi: pohon, langit, rumah, tanaman, luar ruangan dan alam

Salah satu korban angin puting beliung yang menerima bantuan dari BNPBD Kabupaten Belu – Ibu Evi Siri mengucapkan terimaksih banyak atas bantuan yang diberikan BNPBD Kabupaten Belu yang telah memberikan bantuan kepada kami berupa kompor, tikar, terpal, bahan makanan dan juga pakaian.

Berita/Foto: Asih Mukti & Bene Luan

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.