Rakor TPID, Tingkatkan Produksi dan Produktifitas Semua Sektor

Facebookyoutubeinstagram

PPID Belu – Kamis (24/11), Potensi Kenaikan harga terutama pada kelompok bahan makanan harus terus diwaspadai untuk mengendalikan inflasi yang masih berpotensi besar meningkat di mendatang. Pemerintah Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota terus berupaya dalam rangka pengendalian inflasi agar perputaran roda perekonomian bisa berjalan efektif.

Karena itu, Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kabupaten Belu Tahun 2022.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai Satu Kantor Bupati Belu tersebut, secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Belu – Johanes Andes Prihatin, SE. M.Si, serta dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Belu – Drs. Nikolaus Umbu K. Biri, MM, Pimpinan Instansi Vertikal Kabupaten Belu serta seluruh anggota TPID Kabupaten Belu.

Gubernur NTT dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Belu mengatakan, inflasi tahunan di Provinsi NTT tercatat sebesar 7,37%, sedangkan inflasi bulanan untuk Oktober 2022 sebesar 0,25% dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi tinggi sebesar 1,64%. Hal ini disebabkan oleh kenaikan beberapa komoditas makanan seperti, daging Ayam Ras, Ikan, Sawi Putih dan Sawi Hijau. Selain itu, Bensin juga masih menjadi penyumbang inflasi di bulan Oktober sejak kenaikannya pada 3 September 2022 lalu. Karena itu, pihaknya mengajak semua stakeholder baik pemerintah, swasta maupun masyarakat umum untuk bekerja keras dan cerdas meningkatkan produksi dan produktivitas dengan cara-cara yang efektif, efisien, produktif dan inovatif. Tingkatkan produksi dan produktivitas kita pada semua sektor kehidupan agar kita dapat mencapai apa yang disebut kemandirian ekonomi.

“Saya mengajak kita untuk selalu menjaga keseimbangan dalam tata kelola perekonomian agar produksi, distribusi dan konsumsi kita berada dalam suatu kondisi stabil. Bangun koordinasi dan kolaborasi dengan baik diantara berbagai pemangku kepentingan. Kembangkan spirit optimisme dan antusiasme yang tinggi, percayalah perekonomian kita terus berkembang dalam mewujudkan kehidupan yang sejahtera,” ajaknya.

Lanjutnya, inflasi yang bermasalah tentunya tidak kita inginkan dan karena itu kita harus berupaya keras sedemikian rupa agar inflasi tetap terkendali dengan baik dan ini secara khusus merupakan tanggungjawab TPID dan secara umum tanggungjawab semua pihak, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat. Tentunya TPID sendiri akan meningkatkan kinerjanya dengan cara-cara yang sistematis dan inovatif.

“Mari, terus bekerja keras dengan pikiran cerdas, dalam rangka mewujudkan NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejatera dalam Bingkai NKRI,” harapnya.

Adapun Narasumber dalam Rakor TPID, Kepala Biro Perekonomiandan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT dengan materi, Kebijakan Pemerintah Dalam Pengendalian Inflasi Tahun 2022, Ketua TPID Kabupaten Belu dengan materi, Peran TPID Dalam Pengendalian Inflasi di Kabupaten/Kota Tahun 2022, Pimpinan Bank NTT Cabang Atambua dengan materi terkait, Aplikasi dan Kredit Merdeka Bank NTT dan diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab, dipandu oleh Plt. Asisten Administrasi Pembangunan Sekda Belu – Gerardus Mbulu, SE.

Foto/Berita : Tim Layanan Info Publik

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.


PKV

Watch Super Bowl 2022 Live

pkv games

slot gacor

slot5000

idn slot

https://www.natsume-game.com/

bola88

slot gacor online

slot gacor hari ini

Bola Gacor

IDNPOKER

BandarQQ

SBOBET88

88SLOT

BolaGacor

Slot Pulsa

pkv games